PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia
PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia

PMI Asal Aceh dan Bayinya Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia

LintasWarganet.com – 22 Juni 2026 | Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gampong Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, bernama Putri Hensy, bersama bayi berusia tiga bulan, dilaporkan ditemukan tewas di sebuah rumah di Selangor, Malaysia pada tanggal 20 Juni 2024. Menurut kepolisian setempat, kedua korban diduga menjadi korban pembunuhan berencana.

Kasus ini memicu keprihatinan di kalangan komunitas Indonesia di Malaysia serta menimbulkan sorotan terhadap perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuala Lumpur telah mengirimkan tim bantuan untuk mengurus proses identifikasi jenazah, pengurusan jenazah, serta memberi dukungan kepada keluarga korban di Indonesia.

Pihak berwenang Malaysia, termasuk Jabatan Imigresen dan Kepolisian Selangor, menyatakan sedang melakukan penyelidikan intensif. Mereka telah menahan beberapa saksi dan mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV serta catatan telepon seluler yang terkait dengan korban.

  • Identitas korban: Putri Hensy, 27 tahun, bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
  • Usia bayi: 3 bulan.
  • Lokasi penemuan: Rumah sewa di daerah Subang Jaya, Selangor.
  • Status investigasi: Penyidikan masih berlangsung, penyidik menunggu hasil otopsi.

Kasus serupa sebelumnya telah menimbulkan keprihatinan terhadap tingginya angka kejahatan yang menimpa PMI di luar negeri. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa pada tahun 2023 terdapat lebih dari 1.200 kasus perlindungan PMI yang memerlukan intervensi konsuler.

Tahun Jumlah Kasus Perlindungan PMI
2021 1.050
2022 1.130
2023 1.210

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau PMI untuk selalu melaporkan situasi berbahaya kepada atasan atau perwakilan kedutaan. Selain itu, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat jaringan konsuler di negara tujuan kerja guna memberikan respons cepat terhadap kejadian darurat.

Sementara itu, keluarga Putri Hensy di Aceh menunggu proses pemulangan jenazah dan berharap penyelidikan dapat mengungkap pelaku serta motif di balik tragedi ini. Komunitas diaspora Indonesia di Malaysia turut mengadakan doa bersama untuk menghormati korban.