PLN EPI Ungkap Potensi Besar CBG dari Limbah Sawit, Bisa Pangkas Emisi 14 Juta Ton
PLN EPI Ungkap Potensi Besar CBG dari Limbah Sawit, Bisa Pangkas Emisi 14 Juta Ton

PLN EPI Ungkap Potensi Besar CBG dari Limbah Sawit, Bisa Pangkas Emisi 14 Juta Ton

LintasWarganet.com – 15 Juni 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) Energy Performance Indicator (EPI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk diproduksi menjadi compressed biogas (CBG). Menurut hasil kajian internal, pemanfaatan limbah sawit dapat menghasilkan CBG cukup untuk menurunkan emisi karbon dioksida nasional hingga 14 juta ton per tahun.

Potensi CBG dari Limbah Sawit

Limbah kelapa sawit, termasuk tandan kosong (TKO) dan buah sawit yang tidak terpakai, diperkirakan menghasilkan sekitar 2,5 juta ton bahan organik setiap tahun. Dengan teknologi anaerobik terkini, konversi bahan organik tersebut dapat menghasilkan sekitar 1,5 juta ton CBG per tahun.

Kontribusi Terhadap Target Emisi Nasional

Target pengurangan emisi Indonesia pada tahun 2030 adalah sebesar 29 juta ton CO₂e. Dengan produksi CBG yang diproyeksikan, PLN dapat berkontribusi menurunkan emisi sebesar 14 juta ton, atau hampir setengah dari target nasional.

Parameter Jumlah
Limbah Sawit Tersedia 2,5 juta ton/taun
CBG yang Dihasilkan 1,5 juta ton/taun
Pengurangan Emisi CO₂e 14 juta ton/taun

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

  • Menambah pasokan energi terbarukan nasional.
  • Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Menciptakan peluang usaha bagi petani sawit dan industri pengolahan limbah.
  • Meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan royalti.

Rencana Implementasi PLN

PLN berencana membangun tiga fasilitas pilot CBG di daerah penghasil kelapa sawit utama: Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Setiap fasilitas diproyeksikan memiliki kapasitas 500.000 ton CBG per tahun dengan investasi total sekitar Rp 5 triliun. Fasilitas pertama dijadwalkan beroperasi pada akhir 2027, diikuti fase kedua pada 2029, dan fase komersial penuh pada 2032.

Selain itu, PLN akan mengintegrasikan CBG ke dalam jaringan distribusi listrik melalui pembangkit listrik berbasis gas (PLTG) berkapasitas 50-100 MW. Dengan strategi ini, diharapkan dapat mengurangi beban pembangkit berbahan bakar batu bara secara signifikan.

Pengembangan CBG dari limbah sawit juga sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang bio-ekonomi dan pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan.

Dengan langkah ini, PLN berharap tidak hanya membantu menurunkan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional serta membuka peluang ekonomi baru bagi sektor pertanian.