Pimpinan Baru BGN Tak Ada Pakar Gizi, Nanik S Deyang: Nanti Dibimbing Profesor
Pimpinan Baru BGN Tak Ada Pakar Gizi, Nanik S Deyang: Nanti Dibimbing Profesor

Pimpinan Baru BGN Tak Ada Pakar Gizi, Nanik S Deyang: Nanti Dibimbing Profesor

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menanggapi sorotan publik mengenai latar belakang ilmiah pimpinan baru BGN yang dinilai tidak memiliki keahlian khusus di bidang gizi. Ia menyatakan bahwa meski tidak memiliki gelar pakar gizi, ia akan mendapatkan bimbingan langsung dari profesor yang berpengalaman di bidang nutrisi.

Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala BGN diumumkan pada awal bulan ini, menimbulkan pertanyaan dari kalangan profesional kesehatan dan masyarakat umum. Beberapa kritikus mengkhawatirkan bahwa kebijakan gizi nasional dapat terpengaruh jika pimpinan tidak memiliki kompetensi teknis yang memadai.

Dalam sebuah konferensi pers, Nanik menegaskan, “Saya menyadari pentingnya keahlian gizi dalam memimpin BGN. Oleh karena itu, saya telah berkoordinasi dengan seorang profesor terkemuka di bidang nutrisi untuk menjadi mentor saya selama masa transisi ini. Kami akan bekerja sama memastikan setiap kebijakan berbasis bukti ilmiah yang kuat.”

Ia juga menambahkan bahwa BGN akan tetap mengandalkan tim ahli internal dan konsultan eksternal yang memiliki kredensial akademik serta pengalaman praktis. “Tim kami terdiri dari para peneliti, dokter, dan pakar kebijakan yang akan memberikan masukan teknis. Saya berkomitmen untuk mengoptimalkan sinergi antara kepemimpinan administratif dan keahlian ilmiah,” ujar Nanik.

Reaksi dari komunitas gizi beragam. Sebagian menyambut positif sikap terbuka Nanik untuk dibimbing, sementara yang lain menuntut proses rekrutmen yang lebih transparan bagi posisi strategis. Menurut asosiasi gizi profesional, penting bagi BGN untuk menjaga kredibilitas dengan menempatkan ahli yang memiliki latar belakang akademis yang relevan.

Selain menegaskan komitmen terhadap ilmu gizi, Nanik menyoroti prioritas utama BGN ke depan, antara lain:

  • Penguatan program gizi seimbang di sekolah dasar dan menengah.
  • Peningkatan pemantauan status gizi pada kelompok rentan, seperti anak balita dan lansia.
  • Pengembangan kebijakan pangan yang mendukung produksi makanan bergizi lokal.

Dengan dukungan mentor akademik dan tim teknis yang solid, Nanik berharap BGN dapat tetap menghasilkan kebijakan yang efektif dan berbasis data, meskipun latar belakangnya bukan pakar gizi. Ia menutup pernyataannya dengan harapan, “Kami akan terus berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan demi kesehatan gizi bangsa yang lebih baik.”