Pesawat Angkut Berat US Navy Mendarat Darurat di Bandara Minangkabau Akibat Mesin Mati
Pesawat Angkut Berat US Navy Mendarat Darurat di Bandara Minangkabau Akibat Mesin Mati

Pesawat Angkut Berat US Navy Mendarat Darurat di Bandara Minangkabau Akibat Mesin Mati

LintasWarganet.com – 03 Juni 2026 | Pada pagi hari tanggal 2 Juni 2024, sebuah pesawat angkut berat milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Pesawat jenis C‑130 Hercules yang tengah mengangkut sekitar 30 ton peralatan militer mengalami kegagalan total pada salah satu mesin utama sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Kapten penerbangan bersama empat anggota kru segera mengaktifkan prosedur darurat, menurunkan kecepatan, dan mengarahkan pesawat kembali ke wilayah udara Sumatera Barat. Berkat koordinasi cepat antara pilot, petugas ATC, dan tim darurat bandara, pesawat dapat mendarat dengan selamat tanpa menimbulkan cedera pada kru maupun kerusakan signifikan pada fasilitas bandara.

Setelah pendaratan, tim teknisi Bandara Minangkabau melakukan inspeksi menyeluruh. Temuan utama menunjukkan bahwa salah satu silinder mesin mengalami kegagalan internal yang mengakibatkan kehilangan tenaga secara tiba‑tiba. Langkah‑langkah perbaikan yang diambil antara lain:

  • Penghentian aliran bahan bakar ke mesin yang rusak.
  • Pengecekan dan penggantian komponen silinder yang terdeteksi retak.
  • Pengujian fungsi mesin cadangan sebelum menguji kembali kemampuan lepas landas.
  • Pengajuan izin terbang ulang kepada otoritas penerbangan sipil setempat.

Proses perbaikan memakan waktu sekitar tiga jam. Setelah mendapat lampu hijau dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pesawat kembali melakukan take‑off pada pukul 13.30 WIB dengan tujuan kembali ke pangkalan di Surabaya untuk melanjutkan misi logistiknya.

Kejadian ini menegaskan pentingnya prosedur keselamatan penerbangan serta kesiapsiagaan tim darurat di bandara regional. Pihak US Navy menyatakan apresiasi atas respons cepat otoritas Indonesia dan menegaskan bahwa semua peralatan dan personel yang terlibat dalam misi tetap aman.