Pertamina Ganda Langkah: Harga BBM Stabil, Eksplorasi Natuna, dan Pasokan LPG Tinggi Menjelang Iduladha
Pertamina Ganda Langkah: Harga BBM Stabil, Eksplorasi Natuna, dan Pasokan LPG Tinggi Menjelang Iduladha

Pertamina Ganda Langkah: Harga BBM Stabil, Eksplorasi Natuna, dan Pasokan LPG Tinggi Menjelang Iduladha

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Pertamina memperkuat posisinya sebagai tulang punggung energi nasional dengan serangkaian langkah strategis pada akhir Mei 2026. Dari stabilisasi harga BBM, penambahan pasokan LPG menjelang Iduladha, hingga rencana pengeboran sumur eksplorasi di Natuna, perusahaan mengirim sinyal bahwa ketahanan energi Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Stabilisasi Harga BBM di Tengah Gejolak Global

Setelah penyesuaian harga pada 4 Mei 2026, daftar harga BBM Pertamina tetap berlaku hingga 25 Mei 2026. Harga non‑subsidi seperti Solar dan Pertamax Turbo mengalami kenaikan, sementara harga subsidi Pertalite dan Pertamax dipertahankan. Kebijakan ini diambil menyusul tekanan pasar global akibat konflik antara Amerika SerikatIsrael dan Iran serta penutupan sementara Selat Hormuz, yang mengganggu pasokan minyak mentah ke Indonesia.

Berikut ringkasan harga BBM per liter di beberapa wilayah:

Wilayah Pertalite Pertamax Solar
Jawa Barat Rp9.500 Rp12.500 Rp9.000
Sumatra Utara Rp9.500 Rp12.500 Rp9.000
Kalimantan Selatan Rp9.500 Rp12.500 Rp9.000

Dengan harga yang masih sejalan dengan penetapan 4 Mei, konsumen dapat merencanakan anggaran harian tanpa khawatir lonjakan tak terduga. Pemerintah menegaskan bahwa subsidi BBM tidak akan naik hingga akhir tahun, meski nilai tukar rupiah melemah.

Eksplorasi Migas di Natuna: Target Giant Discovery

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi, menargetkan dimulainya pengeboran sumur eksplorasi di Natuna pada 2026. Blok baru yang diperoleh pada 2023 menjadi fokus utama, mengingat lahan produksi lama semakin menurun. PHE mengincar temuan “giant discovery” yang dapat meningkatkan produksi migas nasional secara signifikan.

Hingga April 2026, produksi PHE mencapai 945 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD), dengan kontribusi minyak domestik 367 ribu BOPD dan internasional 109 ribu BOPD. Produksi gas tercatat 2.722 MMSCFD, mayoritas berasal dari sektor domestik. Penurunan natural decline produksi berhasil diperkecil dari perkiraan 24 % menjadi hanya 2 %, menandakan efektivitas strategi pengelolaan lapangan lama.

Mekanisme Impor Minyak Baru bagi Pertamina dan BLU

Pemerintah mengesahkan Perpres No. 26 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme impor minyak mentah bagi BUMN seperti Pertamina serta Badan Layanan Umum (BLU). Aturan baru membedakan prosedur impor berdasarkan asal minyak – Timur Tengah, Afrika, Amerika, hingga Rusia – dengan mempertimbangkan kualitas, waktu pengiriman, lokasi, dan fluktuasi harga.

Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, menambahkan bahwa regulasi tambahan sedang disiapkan khusus untuk minyak Rusia, mengingat kewajiban Pertamina dalam rangka obligasi global. Pemerintah menargetkan impor 150 juta barel minyak Rusia secara bertahap hingga akhir 2026, selaras dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Pasokan LPG 3 kg Meningkat Menjelang Iduladha

Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) Pertamina menambah stok LPG 3 kg sebanyak 1.567.660 tabung, setara 99,31 % dari konsumsi harian normal di Jawa Tengah dan DIY. Penambahan dilakukan melalui dua skema: fakultatif (1.048.440 tabung) pada 27 Mei dan extra dropping (519.220 tabung) pada minggu keempat Mei.

Skema fakultatif melayani distribusi pada hari libur nasional, sementara extra dropping menambah volume di atas kebutuhan harian reguler untuk memastikan ketersediaan stok selama periode Iduladha. Tabung tambahan terdiri dari 1.087.860 tabung untuk Jawa Tengah dan 479.800 tabung untuk DIY.

Pertamina juga mengimbau masyarakat yang mampu secara ekonomi untuk beralih ke LPG non‑subsidi merek Bright Gas (5,5 kg dan 12 kg), guna menjaga agar subsidi LPG 3 kg tetap tepat sasaran. Informasi pangkalan terdekat dapat diakses melalui portal resmi subsidi LPG.

Berbagai inisiatif ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas harga energi, memperkuat cadangan migas, serta memastikan ketersediaan bahan bakar rumah tangga menjelang hari raya besar.

Dengan kebijakan harga yang konsisten, eksplorasi di wilayah frontier, dan pasokan LPG yang melimpah, Pertamina berupaya menjawab tantangan energi domestik serta fluktuasi pasar global, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penyediaan energi yang terjangkau dan berkelanjutan.