Permintaan Sapi Melonjak, Sulawesi Tengah Perketat Distribusi Hewan Ternak
Permintaan Sapi Melonjak, Sulawesi Tengah Perketat Distribusi Hewan Ternak

Permintaan Sapi Melonjak, Sulawesi Tengah Perketat Distribusi Hewan Ternak

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah (Barantin Sulteng) melaporkan adanya lonjakan signifikan dalam permintaan sapi selama tiga bulan terakhir. Data internal menunjukkan peningkatan sebesar 35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total permintaan mencapai 4.800 ekor.

Lonjakan ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kenaikan harga daging sapi di pasar domestik, meningkatnya kebutuhan peternak kecil untuk memperluas kawanan, serta program pemerintah yang mendorong peningkatan produksi daging lokal.

Menanggapi situasi tersebut, Barantin Sulteng mengeluarkan kebijakan baru untuk memperketat distribusi hewan ternak. Berikut adalah langkah-langkah utama yang diterapkan:

  • Penerbitan izin transportasi sapi dibatasi hanya untuk pelaku usaha yang memiliki sertifikasi karantina lengkap.
  • Pengecekan kesehatan ternak dilakukan secara wajib di setiap titik keluar masuk wilayah, dengan hasil harus lolos uji bebas penyakit menular.
  • Penerapan kuota harian untuk pengiriman sapi ke pasar utama, guna menghindari penumpukan stok di satu daerah.
  • Pembentukan tim pengawasan lapangan yang berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat.
  • Pemberian sanksi administratif bagi pelanggar, mulai dari denda hingga pencabutan izin usaha.

Selain langkah-langkah di atas, Barantin Sulteng juga mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi. Sebuah portal daring telah diluncurkan untuk memantau alur pergerakan sapi secara real‑time, memungkinkan otoritas mengidentifikasi potensi pelanggaran lebih cepat.

Bulan Permintaan (ekor) Kenaikan (%)
Januari 1.200 20
Februari 1.500 25
Maret 2.100 35

Para peternak diharapkan dapat menyesuaikan strategi produksi mereka dengan memperhatikan regulasi baru, sekaligus memanfaatkan fasilitas karantina yang lebih ketat untuk menjamin kesehatan ternak. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan keamanan hayati, sehingga rantai pasok daging sapi tetap stabil dan terjaga.