Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani
Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani

Perhutani Perkuat Bisnis Kopi Berbasis Kelestarian Hutan, Libatkan Puluhan Ribu Petani

LintasWarganet.com – 03 Juni 2026 | Perusahaan Hutan Negara (Perhutani) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pengembangan usaha kopi berbasis kelestarian. Inisiatif ini menargetkan puluhan ribu petani yang tinggal di wilayah hutan produksi, sehingga menciptakan sinergi antara konservasi dan ekonomi lokal.

Program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHSM) yang dijalankan Perhutani menekankan tiga pilar utama: perlindungan tutupan hutan, peningkatan produktivitas kopi, dan pemberdayaan petani. Dengan mengintegrasikan praktik agroforestri, petani tidak hanya menanam kopi di bawah kanopi hutan, tetapi juga menjaga keanekaragaman hayati serta mengurangi tekanan terhadap lahan hutan primer.

Berikut langkah-langkah utama yang diterapkan dalam program ini:

  • Pemetaan wilayah potensial: Tim teknis Perhutani mengidentifikasi zona hutan yang cocok untuk agroforestri kopi berdasarkan faktor tanah, iklim, dan ketersediaan air.
  • Penyuluhan dan pelatihan: Petani diberikan pelatihan tentang teknik penanaman kopi shade-grown, pemeliharaan tanah, dan pengendalian hama secara ramah lingkungan.
  • Penyediaan bibit unggul: Perhutani menyediakan bibit kopi varietas tahan penyakit yang telah disesuaikan dengan kondisi hutan tropis.
  • Penguatan rantai nilai: Dukungan dalam proses pasca panen, termasuk pengeringan, sortasi, dan pemasaran kopi dengan label keberlanjutan.
  • Monitoring dan evaluasi: Sistem pemantauan berbasis GPS memastikan kepatuhan terhadap standar kelestarian hutan.

Manfaat yang diharapkan mencakup peningkatan pendapatan petani hingga 30% dibandingkan dengan produksi kopi konvensional, sekaligus mengurangi laju deforestasi di wilayah target. Selain itu, kopi yang diproduksi dengan metode shade-grown memiliki nilai jual premium di pasar domestik dan internasional karena kualitas rasa yang lebih kompleks dan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Perhutani juga berkoordinasi dengan lembaga keuangan mikro untuk memberikan akses kredit kepada petani, serta bekerja sama dengan lembaga sertifikasi independen guna menjamin keabsahan klaim keberlanjutan. Dengan melibatkan puluhan ribu petani, program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi daerah lain yang memiliki potensi hutan dan pertanian serupa.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta yang berkomitmen pada agenda ekonomi hijau. Jika berhasil, inisiatif Perhutani dapat menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan hutan yang berkelanjutan dapat sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi desa, menciptakan win-win solution bagi lingkungan dan masyarakat.