Peneliti Sebut Perubahan Iklim Tekan Ekonomi Kelompok Rentan
Peneliti Sebut Perubahan Iklim Tekan Ekonomi Kelompok Rentan

Peneliti Sebut Perubahan Iklim Tekan Ekonomi Kelompok Rentan

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Peneliti dari Program Kolaborasi untuk Pengetahuan, Inovasi, dan Kemitraan (KONEKSI) mengungkapkan bahwa perubahan iklim memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian kelompok rentan di Indonesia.

Studi yang dirilis pada bulan ini menyoroti tiga sektor utama yang paling terpengaruh, yaitu pertanian, perikanan, dan energi rumah tangga. Penurunan hasil panen, penurunan tangkapan ikan, serta meningkatnya biaya pemanasan dan pendinginan menjadi faktor utama menurunkan daya beli masyarakat yang sudah berada pada ambang kemiskinan.

  • Pertanian: Rata‑rata produksi padi menurun 12 % pada periode 2020‑2023 di provinsi‑provinsi rawan banjir.
  • Perikanan: Penangkapan ikan di perairan pesisir berkurang 9 % akibat naiknya suhu laut dan pemutihan terumbu karang.
  • Energi rumah tangga: Penggunaan listrik meningkat 15 % selama musim kemarau yang lebih panas, memaksa rumah tangga dengan pendapatan rendah mengalihkan dana untuk kebutuhan pokok.

Para peneliti menekankan bahwa dampak ini bukan sekadar fenomena jangka pendek, melainkan tren yang dapat memperlebar kesenjangan sosial bila tidak ditangani dengan kebijakan yang terintegrasi. Mereka merekomendasikan empat langkah strategis untuk mengurangi beban ekonomi pada kelompok rentan:

  1. Peningkatan akses terhadap teknologi pertanian adaptif, seperti varietas padi tahan kekeringan.
  2. Dukungan finansial bagi nelayan melalui subsidi peralatan penangkapan ramah iklim.
  3. Penerapan program efisiensi energi di rumah tinggal, termasuk insentif untuk penggunaan lampu LED dan pendingin udara berenergi rendah.
  4. Pembangunan jaringan perlindungan sosial yang responsif terhadap indikator iklim, misalnya bantuan tunai berbasis data curah hujan.

Peneliti KONEKSI juga menyajikan tabel yang menggambarkan proyeksi kerugian ekonomi pada tiga sektor utama jika suhu rata‑rata nasional meningkat 1,5 °C hingga 2030.

Sektor Kerugian Ekonomi (Miliar Rupiah) Peningkatan (%)
Pertanian 45,2 14
Perikanan 28,7 11
Energi Rumah Tangga 19,4 9

Dengan data tersebut, peneliti menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk merancang kebijakan mitigasi yang tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga melindungi kesejahteraan ekonomi kelompok paling rentan.