Pemprov Sulawesi Tengah Awasi Pemulihan Sawah di Mayayap yang Terdampak Limbah PT IMNI
Pemprov Sulawesi Tengah Awasi Pemulihan Sawah di Mayayap yang Terdampak Limbah PT IMNI

Pemprov Sulawesi Tengah Awasi Pemulihan Sawah di Mayayap yang Terdampak Limbah PT IMNI

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmen untuk mengawal proses pemulihan lahan pertanian di Desa Mayayap, setelah lahan tersebut terdampak limbah industri milik PT Indonesia Masak Napas Indonesia (IMNI). Kunjungan langsung dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama tim teknis, perwakilan lembaga lingkungan, dan petani setempat.

Masalah muncul ketika limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya dibuang ke sungai yang mengalir melalui kawasan pertanian. Akibatnya, sebagian besar sawah di Mayayap mengalami penurunan kesuburan tanah, kematian tanaman padi, dan menurunnya produksi pangan lokal.

Berikut langkah-langkah yang direncanakan oleh Pemprov untuk memulihkan lahan:

  • Pengujian tanah secara menyeluruh oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi untuk menentukan tingkat pencemaran dan jenis remediasi yang diperlukan.
  • Penyediaan pupuk organik dan bahan pengkondisi tanah bagi petani yang terdampak.
  • Pembiayaan rehabilitasi lahan melalui dana khusus provinsi serta bantuan dari pemerintah pusat.
  • Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknik pertanian ramah lingkungan dan diversifikasi tanaman.
  • Pengawasan berkelanjutan selama 12 bulan untuk memastikan efektivitas proses pemulihan.

Gubernur menekankan pentingnya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pemulihan. “Kami tidak hanya ingin memperbaiki lahan yang rusak, tetapi juga memastikan bahwa petani kembali memperoleh pendapatan yang layak dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.

PT IMNI juga menyatakan kesediaannya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menanggung sebagian biaya pemulihan serta memperbaiki prosedur pembuangan limbah di masa depan.

Pengawasan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa antara industri dan pertanian, serta memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.