Pemkot Bandarlampung Sebut 65 KDKMP Telah Jalankan Berbagai Usaha
Pemkot Bandarlampung Sebut 65 KDKMP Telah Jalankan Berbagai Usaha

Pemkot Bandarlampung Sebut 65 KDKMP Telah Jalankan Berbagai Usaha

LintasWarganet.com – 27 Juni 2026 | Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengungkapkan bahwa sebanyak 65 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menggerakkan beragam usaha di wilayahnya. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi mikro serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Berbagai jenis usaha yang dikelola oleh KDKMP meliputi:

  • Usaha pertanian dan perkebunan, seperti penanaman sayur organik, buah-buahan, dan tanaman herbal.
  • Usaha peternakan, termasuk pemeliharaan ayam kampung, bebek, dan sapi perah berskala kecil.
  • Usaha pengolahan makanan, contohnya pembuatan keripik singkong, dodol, serta produk olahan ikan.
  • Usaha kerajinan tangan, misalnya anyaman rotan, tenun ikat, dan produk daur ulang plastik.
  • Usaha perdagangan, seperti warung kelontong, toko kelontong berbasis koperasi, serta pasar tradisional.
  • Usaha jasa, termasuk layanan kebersihan, perbaikan alat pertanian, dan pelatihan keterampilan bagi warga.

Pemkot Bandarlampung memberikan dukungan berupa bantuan modal awal, pelatihan manajerial, serta pendampingan teknis. Program pendampingan tersebut mencakup workshop tentang pengelolaan keuangan, pemasaran digital, dan peningkatan kualitas produk. Selain itu, pemerintah daerah menyediakan fasilitas akses pasar melalui pameran lokal dan platform e‑commerce milik kota.

Keberhasilan KDKMP juga menciptakan efek berantai bagi sektor ekonomi lain, seperti peningkatan permintaan bahan baku lokal, terciptanya lapangan kerja baru, dan penurunan tingkat kemiskinan di desa‑kelurahan yang terlibat.

Ke depan, Pemkot Bandarlampung berencana menambah jumlah KDKMP menjadi 100 unit serta memperluas jaringan kemitraan dengan lembaga keuangan mikro. Target tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi wilayah serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Dengan momentum ini, diharapkan KDKMP dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang dapat direplikasi di kota‑kota lain di Indonesia.