Pemadaman Bergilir di Sumut: 12 Menara Tumbang, Ribuan Rumah Tanpa Listrik, PLN Janji Pulihkan dalam Seminggu
Pemadaman Bergilir di Sumut: 12 Menara Tumbang, Ribuan Rumah Tanpa Listrik, PLN Janji Pulihkan dalam Seminggu

Pemadaman Bergilir di Sumut: 12 Menara Tumbang, Ribuan Rumah Tanpa Listrik, PLN Janji Pulihkan dalam Seminggu

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Ribuan warga di Sumatera Utara menghadapi pemadaman listrik bergilir setelah 12 menara transmisi milik PT PLN (Persero) roboh pada Kamis, 4 Juni 2026. Kejadian yang dipicu oleh cuaca ekstrem, berupa hujan lebat dan angin kencang, merusak jaringan SUTET 275 kV dan memaksa perusahaan listrik negara untuk mengatur pasokan secara bergantian di lima wilayah utama: Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Efron Lumban Gaol, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dapat terjadi satu hingga dua kali dalam sehari, masing-masing dengan durasi tiga hingga empat jam. “Pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan serta mencegah gangguan yang lebih luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Warga Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, yang bernama Bagus (25 tahun), melaporkan listrik di rumahnya mati dua kali pada pagi hari, masing‑masing satu jam, dan kembali padam pada siang hari hingga tiga jam. Kondisi tersebut mengganggu akses air bersih karena sumur bor rumahnya bergantung pada listrik. “Terpaksa mandi di rumah tetangga, kalau mati lampu gini,” keluhnya.

Di Medan Selayang, M Azan (34 tahun) mengungkapkan bahwa pemadaman pada 5 Juni sekitar pukul 17.00 berlanjut hingga 20.30. “Jika pemadaman terus berlarut, terutama di malam hari, aktivitas istirahat pun terganggu,” tuturnya.

Langkah Pemulihan PLN

Untuk mempercepat pemulihan, PLN membentuk tim lintas unit yang tengah membangun menara darurat (tower emergency) di jalur yang rusak. Menurut Manager Komunikasi UID Sumatera Utara, Darma Saputra, pembangunan menara darurat diproyeksikan selesai pada 14 Juni 2026, asalkan kondisi cuaca dan akses lapangan memungkinkan. “Seluruh personel bekerja 24 jam, mengedepankan keselamatan dan kualitas, dengan optimisme menuntaskan target tersebut,” kata Yenti Elfina, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera.

Selama proses perbaikan, PLN terus memantau jaringan secara real‑time dan mengimbau masyarakat untuk melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center 123. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama proses pemulihan,” tambah Elfina.

Proyeksi dan Harapan Kedepan

Dengan menara darurat yang diperkirakan selesai dalam seminggu, pemadaman bergilir diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Namun, Efron menegaskan bahwa selama kondisi makro sistem listrik masih tidak stabil, manajemen beban secara terukur tetap diperlukan. “Tujuan utama kami adalah menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan, sehingga gangguan lebih luas dapat dihindari,” tuturnya.

Warga yang terdampak mengharapkan agar perbaikan tidak berlarut‑larut. “Kami berharap proses perbaikan tower transmisi cepat, sehingga aktivitas rumah tangga kembali normal,” ujar Bagus. Harapan serupa disuarakan oleh M Azan, yang menekankan pentingnya penyelesaian cepat demi kenyamanan dan keamanan listrik di malam hari.

Secara keseluruhan, insiden menara roboh menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur kelistrikan terhadap cuaca ekstrem. Upaya PLN dalam membangun menara darurat serta komunikasi yang intensif dengan konsumen menjadi kunci untuk meminimalkan dampak sosial‑ekonomi selama masa transisi ini.