Pasaman Barat Lakukan Inventarisasi Wilayah Pertanian Berisiko Kekeringan

LintasWarganet.com – 22 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah memulai program inventarisasi untuk mengidentifikasi lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi yang bertujuan melindungi ketahanan pangan dan meningkatkan kesiapsiagaan petani.

Berikut adalah tahapan utama dalam proses inventarisasi:

  • Pengumpulan data satelit dan citra udara untuk memetakan area rawan kekeringan.
  • Survei lapangan oleh tim teknis ke masing‑masing desa pertanian.
  • Analisis data dengan model prediksi kekeringan berbasis GIS.
  • Penyusunan peta risiko yang akan dibagikan ke petani dan pemangku kepentingan.
  • Pengembangan rekomendasi teknik irigasi dan varietas tanaman tahan kering.

Hasil sementara menunjukkan bahwa tiga kecamatan – Kayu Aro, Kinali, dan Lembah Gumanti – memiliki tingkat kerentanan tertinggi, dengan perkiraan penurunan produksi padi hingga 25 % bila tidak ada intervensi.

Kecamatan Tingkat Risiko Potensi Penurunan Produksi
Kayu Aro Tinggi 25 %
Kinali Sedang 15 %
Lembah Gumanti Tinggi 22 %

Program ini direncanakan selesai dalam tiga bulan ke depan, dengan harapan peta risiko dapat menjadi dasar perencanaan irigasi dan distribusi bantuan subsidi air bagi petani terdampak.

Selain itu, pemerintah Kabupaten juga mengajak petani untuk berpartisipasi dalam pelatihan penggunaan teknologi tepat guna, seperti sensor kelembaban tanah dan sistem irigasi tetes, guna meminimalkan dampak kekeringan.