Panjang Rel Kereta di Jawa Zaman Belanda 10 Ribu Km, Sekarang Tidak Lagi Mencapai 7.000 Km
Panjang Rel Kereta di Jawa Zaman Belanda 10 Ribu Km, Sekarang Tidak Lagi Mencapai 7.000 Km

Panjang Rel Kereta di Jawa Zaman Belanda 10 Ribu Km, Sekarang Tidak Lagi Mencapai 7.000 Km

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Jalur rel kereta api di Pulau Jawa pernah mencapai puncaknya pada era kolonial Belanda, dengan panjang total sekitar sepuluh ribu kilometer. Jaringan tersebut menjadi tulang punggung transportasi darat pada masa itu, menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama, perkebunan, dan kota-kota industri.

Setelah kemerdekaan, beberapa faktor mengakibatkan penurunan signifikan pada jaringan rel. Penyerapan lahan untuk pembangunan perkotaan, kerusakan infrastruktur yang tidak terawat, serta perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi penyebab utama berkurangnya total panjang rel menjadi kurang dari tujuh ribu kilometer pada masa kini.

Periode Panjang Rel (km)
Zaman Belanda 10.000
Sekarang ~6.900

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menanggapi tantangan ini dengan rencana ambisius. Pada 2030, perusahaan menargetkan pendapatan sekitar Rp 66 triliun, bersamaan dengan upaya memperluas jaringan rel menjadi lebih dari tujuh ribu kilometer. Ekspansi tersebut mencakup pembangunan jalur baru, modernisasi rel lama, serta peningkatan kapasitas stasiun.

Beberapa langkah strategis yang diuraikan KAI meliputi:

  • Pengembangan koridor cepat antara Jakarta‑Bandung‑Surabaya untuk mengurangi waktu tempuh.
  • Rehabilitasi jalur‑jalur lama yang sempat ditutup karena kerusakan struktural.
  • Penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan penumpang.

Jika target tercapai, jaringan rel akan tidak hanya kembali ke panjang era kolonial, tetapi juga akan lebih terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas modern. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak penggunaan kereta api sebagai pilihan transportasi utama, mengurangi kemacetan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di Indonesia.