Pakai Masker, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia
Pakai Masker, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Pakai Masker, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

LintasWarganet.com – 25 Juni 2026 | Pada Kamis pagi, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta melanglang bui masuk dalam kategori tidak sehat dan menempati posisi kedua di antara kota-kota di dunia yang mengalami polusi udara terburuk.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat nilai AQI mencapai sekitar 260, yang menandakan konsentrasi partikel halus (PM2,5) jauh melampaui ambang batas aman menurut standar World Health Organization (WHO).

Penyebab utama tingginya polusi di ibu kota adalah volume kendaraan bermotor yang sangat besar, pembakaran sampah serta limbah industri, dan kondisi cuaca yang memperlambat sirkulasi udara. Pada hari itu, arah angin cenderung datar sehingga partikel tercemar sulit terdispersi.

Pemerintah daerah dan pusat segera mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker berstandar N95 atau setara, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menunda perjalanan yang tidak penting. Pihak berwenang juga menyiapkan operasi pengendalian pembakaran sampah dan meningkatkan pengawasan emisi kendaraan.

Berikut adalah klasifikasi AQI yang umum digunakan:

Kategori Rentang AQI Deskripsi Kesehatan
Sangat Baik 0‑50 Tidak ada risiko bagi kesehatan
Baik 51‑100 Risiko kesehatan minimal
Kurang Sehat 101‑150 Kelompok sensitif mungkin mengalami efek ringan
Tidak Sehat 151‑200 Semua orang dapat mengalami efek kesehatan, kelompok sensitif lebih rentan
Sangat Tidak Sehat 201‑300 Efek kesehatan serius bagi seluruh populasi
Berbahaya 301‑500 Bahaya bagi kesehatan, kondisi darurat

Tips bagi warga Jakarta untuk melindungi diri:

  • Gunakan masker N95 atau setara setiap kali keluar rumah.
  • Periksa kualitas udara melalui aplikasi resmi atau situs BMKG secara berkala.
  • Batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada jam pagi hingga siang.
  • Ventilasi ruangan secara berkala, namun hindari membuka jendela pada saat polusi mencapai puncak.
  • Kurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan beralih ke transportasi umum atau sepeda.

Dengan langkah kolektif dari pemerintah dan kesadaran individu, diharapkan tingkat polusi dapat ditekan sehingga kualitas udara Jakarta kembali ke level yang lebih bersahabat bagi kesehatan masyarakat.