NTB Siapkan 30 Ribu Sapi untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban di Jabodetabek
NTB Siapkan 30 Ribu Sapi untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban di Jabodetabek

NTB Siapkan 30 Ribu Sapi untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban di Jabodetabek

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan rencana menyiapkan tiga puluh ribu ekor sapi sebagai pasokan hewan kurban bagi wilayah Jabodetabek menjelang Idul Adha.

Inisiatif ini bertujuan mengantisipasi tingginya permintaan kurban di daerah perkotaan dan sekaligus mendukung peternak lokal NTB. Pemerintah provinsi bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, serta asosiasi peternak untuk memastikan proses pemeliharaan, transportasi, dan distribusi berjalan lancar.

Berikut rangkaian langkah utama yang telah direncanakan:

  • Pengadaan dan pemeliharaan: Sapi dipilih dari peternakan terdaftar yang memenuhi standar kesehatan dan kualitas kurban. Setiap ekor akan menjalani pemeriksaan veteriner secara berkala.
  • Logistik transportasi: Armada truk berpendingin khusus disiapkan untuk mengangkut sapi dari NTB ke pelabuhan Lombok, kemudian dilanjutkan dengan kapal ke Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan-pelabuhan lain di Jabodetabek.
  • Distribusi akhir: Setibanya di pelabuhan, sapi akan diserahkan kepada agen kurban resmi yang mengatur penjualan kepada konsumen akhir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Pihak pemerintah provinsi menargetkan seluruh kuota 30.000 ekor dapat tiba di Jabodetabek paling lambat dua minggu sebelum Hari Raya Idul Adha, sehingga memberi cukup waktu bagi pembeli untuk melakukan pemilihan dan proses penyembelihan.

Selain memenuhi kebutuhan kurban, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan peternak NTB. Estimasi nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai puluhan miliar rupiah, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai pemasok utama hewan kurban nasional.

Pengawasan ketat terhadap kualitas daging dan kesejahteraan hewan menjadi prioritas. Setiap tahap, mulai dari pemeliharaan hingga transportasi, akan diawasi oleh tim veteriner dan inspektur dari Dinas Pertanian NTB.