Niat Puasa Muharram 1-10: Panduan Lengkap, Jadwal, dan Keutamaannya
Niat Puasa Muharram 1-10: Panduan Lengkap, Jadwal, dan Keutamaannya

Niat Puasa Muharram 1-10: Panduan Lengkap, Jadwal, dan Keutamaannya

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Bulan Muharram, bulan pertama dalam penanggalan Hijriah, menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sunnah, terutama puasa. Tidak hanya puasa pada tanggal 1 Muharram, umat juga dianjurkan menunaikan puasa Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram). Berikut rangkaian niat, keutamaan, serta jadwal puasa Muharram tahun 2026 yang dapat menjadi panduan praktis.

1. Niat Puasa Muharram 1‑8

Berbagai mazhab menyarankan memperbanyak puasa pada hari-hari pertama Muharram. Niat yang umum dipakai adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu sawma al‑Muharram lillaahi ta’alaa.
Arti: Saya berniat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.

Puasa pada tanggal 1‑8 tidak memiliki dalil khusus yang mewajibkan urutan, namun Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa Muharram merupakan ibadah sunnah yang paling utama setelah Ramadan (HR Muslim). Oleh karena itu, umat bebas memilih hari mana yang paling sesuai dengan kemampuan.

2. Niat Puasa Tasua (9 Muharram)

Puasa Tasua dilakukan pada tanggal 9 Muharram sebagai pembeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10. Niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Nawaitu shauma tasu’aa-i sunnatan lillaahi ta’alaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.

Keutamaan puasa Tasua meliputi penghapusan dosa kecil setahun lalu serta menambah pahala setara 10.000 orang haji, sebagaimana disebutkan dalam literatur keagamaan modern.

3. Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura memiliki sejarah yang kuat, mengingat peristiwa Allah menyelamatkan Nabi Musa AS beserta pengikutnya dari Firaun. Niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Arab Latin: Nawaitu shauma ‘aasyura sunnatan lillaahi ta’alaa.
Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.

Hadis riwayat Imam Muslim menyebutkan, “Puasa pada hari Asyura menghapus dosa tahun lalu.” Selain itu, puasa Asyura dianggap puasa terbaik kedua setelah Ramadan.

4. Jadwal Puasa Muharram 2026

Berikut tabel yang memuat tanggal Gregorian, tanggal Hijriah, dan penetapan oleh lembaga utama:

Hari Tanggal Hijriah Tanggal Gregorian Penyelenggara
1 Muharram 1 Muharram 1448 H Rabu, 17 Juni 2026 LF PBNU (Nahdlatul Ulama)
9 Muharram (Tasua) 9 Muharram 1448 H Rabu, 24 Juni 2026 Kementerian Agama & Muhammadiyah
10 Muharram (Asyura) 10 Muharram 1448 H Kamis, 25 Juni 2026 Kementerian Agama & Muhammadiyah

Catatan: Karena perbedaan penetapan awal Muharram, komunitas NU melaksanakan puasa Tasua dan Asyura satu hari lebih awal dibandingkan pemerintah dan Muhammadiyah.

5. Apakah Puasa Muharram Harus Berurutan?

Literatur klasik menjelaskan bahwa tidak ada larangan berpuasa secara berurutan pada bulan Muharram. Puasa Asyura dan Tasua keduanya bersifat sunnah muakkad, tetapi pelaksanaannya tidak terikat pada urutan tertentu. Umat dapat memilih untuk memulai puasa pada 1 Muharram, melanjutkan dengan puasa Senin‑Kamis, atau langsung berfokus pada Tasua‑Asyura, tergantung kondisi pribadi.

6. Tata Cara Umum Puasa Muharram

  • Memastikan niat sudah diucapkan sebelum sahur.
  • Melaksanakan sahur sebelum terbit fajar.
  • Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa hingga terbenam matahari.
  • Berbuka dengan makanan yang sehat dan mengucapkan doa.

Dengan mengikuti tata cara tersebut, setiap puasa akan sah dan mendapatkan pahala yang dijanjikan.

Secara keseluruhan, puasa pada hari ke‑1 sampai ke‑10 Muharram menawarkan kesempatan unik untuk membersihkan diri dari dosa, meneladani sunnah Nabi, serta memperkuat ikatan spiritual di awal tahun Islam. Baik yang memilih melaksanakan puasa secara berurutan maupun memilih hari‑hari tertentu, yang terpenting adalah niat yang tulus dan konsistensi dalam ibadah.