Narkoba Vape Mulai Merajalela, Sahroni Minta Pengelola Klub Malam Tidak Tutup Mata
Narkoba Vape Mulai Merajalela, Sahroni Minta Pengelola Klub Malam Tidak Tutup Mata

Narkoba Vape Mulai Merajalela, Sahroni Minta Pengelola Klub Malam Tidak Tutup Mata

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Penggunaan vape yang dicampur dengan zat narkotika mulai mengkhawatirkan publik di sejumlah kota besar Indonesia. Berbagai laporan menunjukkan peningkatan signifikan dalam penjualan dan penyalahgunaan produk vape yang mengandung narkoba, khususnya di lingkungan hiburan malam.

Anggota DPRD Jakarta, Sahroni, dalam sebuah pernyataan publik menekankan pentingnya peran aktif pengelola klub malam dalam memerangi fenomena tersebut. Ia menegaskan bahwa pemilik dan manajer tempat hiburan tidak boleh menutup mata atau menutup-nutupi ketika menemukan indikasi penggunaan narkoba vape di dalam usaha mereka.

Sahroni mengingatkan bahwa klub malam memiliki tanggung jawab sosial untuk menjaga keamanan dan kesehatan pengunjung. “Jika ada bukti atau kecurigaan penggunaan vape yang diperkaya narkoba, pengelola wajib melaporkan kepada pihak berwenang dan mengambil tindakan pencegahan,” ujar Sahroni.

Berikut beberapa langkah yang disarankan untuk mengatasi permasalahan narkoba vape di klub malam:

  • Melakukan inspeksi rutin terhadap perangkat vape yang dijual atau disewakan di area klub.
  • Menyediakan pelatihan bagi staf keamanan untuk mengenali gejala penyalahgunaan vape narkotik.
  • Mengimplementasikan prosedur pelaporan cepat kepada kepolisian atau Badan Narkotika Nasional.
  • Mengadakan kampanye edukasi kepada pengunjung tentang bahaya vape yang dicampur narkoba.
  • Berkoordinasi dengan lembaga kesehatan untuk menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi bagi korban.

Data kepolisian menunjukkan bahwa kasus narkoba vape meningkat sekitar 35 persen dalam enam bulan terakhir, dengan mayoritas kasus terjadi di area hiburan malam. Faktor utama yang memicu peningkatan ini adalah kemudahan akses, rasa penasaran remaja, serta kurangnya pengawasan yang ketat.

Pemerintah daerah telah menyiapkan regulasi yang lebih ketat, termasuk sanksi administratif bagi pengelola tempat hiburan yang terbukti lalai. Namun, Sahroni menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan tidak dapat hanya mengandalkan regulasi, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, pemilik bisnis, dan masyarakat.

Dengan langkah-langkah preventif yang konsisten dan kesadaran kolektif, diharapkan penyebaran narkoba vape dapat ditekan, melindungi generasi muda serta menjaga reputasi industri hiburan malam Indonesia.