Munas HIPMI XVIII Lampung: Prabowo Buka Acara, Kandidat Siap Bersaing, BNN Bantah Isu Narkoba

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Musyawarah Nasional ke‑XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) digelar pada 10‑11 Juni 2026 di Novotel Bandar Lampung dengan tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”. Lebih dari dua ribu peserta, termasuk menteri kabinet Merah Putih, fungsionaris HIPMI, serta mantan ketua umum, berkumpul menyaksikan pembukaan resmi yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Sambut HIPMI dengan Keakraban

Dalam sambutan yang hangat, Prabowo menegaskan kedekatannya dengan organisasi pengusaha muda. Ia menyebut dirinya “agak cocok” dengan HIPMI karena telah mengenal hampir semua tokoh anggota sejak lama. “Jadi jangan macem‑macem, saya sudah tahu kelakuan dan gelagat kalian,” ujar Presiden sambil melontarkan candaan yang mengundang tawa peserta.

Prabowo juga menyoroti pentingnya nasionalisme bagi pertumbuhan bangsa, menegaskan bahwa lahirnya HIPMI berlandaskan wawasan nasionalisme merupakan fondasi bagi kemajuan ekonomi. Selama pidato, ia kembali memperlihatkan “angka 8” yang selalu ia kaitkan dengan diri sendiri melalui perhitungan simbolis yang menggabungkan tahun dan tanggal acara.

Empat Calon Ketua Umum Siap Berebut Kepemimpinan 2026‑2030

Munas ini sekaligus menjadi ajang pemilihan kepemimpinan baru HIPMI, menggantikan Akbar Himawan Buchari yang menjabat periode 2022‑2026. Empat calon ketua umum (caketum) yang telah terdaftar meliputi:

  • Reynaldo Bryan
  • Ade Jona Prasetyo
  • Afi Kalla (sering disebut Afifuddin Kalla)
  • Anthony Leong

Keempatnya hadir lengkap, sehat, dan siap mengikuti proses seleksi yang akan dilaksanakan setelah penyusunan AD/ART selesai. Sekretaris Jenderal HIPMI, Anggawira, menegaskan bahwa sidang LPJ dan penyusunan AD/ART masih menjadi agenda utama sebelum pemungutan suara.

Bahlil Lahadalia Ciptakan Keakraban dengan “Kanda”

Di sela‑sela pembukaan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia, mengajukan permohonan informal untuk memanggil Prabowo dengan sebutan “kanda”. Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut berasal dari budaya akrab di HIPMI, dan meminta persetujuan anggota yang langsung menjawab positif. Candaan tersebut memicu tepuk tangan riuh, menambah suasana santai namun tetap profesional.

Isu Narkoba Menggoyang Munas, BNN Membantah Keterkaitan

Menjelang pelaksanaan Munas, media memberitakan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan puluhan warga Indonesia yang datang dari Bangkok, Thailand, dan diduga terkait dengan salah satu tim calon ketua umum. Informasi tersebut menimbulkan spekulasi bahwa salah satu caketum terlibat dalam kasus narkotika.

Namun, BNN secara resmi membantah adanya hubungan antara penangkapan tersebut dengan calon kepemimpinan HIPMI. Brigadir Jenderal Putu Putera Sadana menjelaskan bahwa penindakan merupakan bagian dari operasi rutin terhadap narkotika, tidak ada agenda politik atau kaitan dengan Munas. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut terpisah dari proses pemilihan HIPMI dan tidak mempengaruhi kehadiran para calon yang “hidup, sehat, dan fit”.

Detail Acara dan Harapan Kedepan

Acara dibuka dengan pembacaan laporan akhir tahun oleh Akbar Himawan Buchari, diikuti oleh perkenalan masing‑masing caketum kepada Presiden. Selanjutnya, diskusi panel membahas tantangan ekonomi nasional, peran pengusaha muda dalam inovasi, serta strategi kolaborasi lintas sektor. Para peserta menantikan hasil pemilihan yang diyakini akan menentukan arah kebijakan bisnis muda Indonesia selama empat tahun ke depan.

Munas HIPMI XVIII tidak hanya menjadi panggung politisi dan pengusaha, tetapi juga menjadi barometer dinamika hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan penegakan hukum. Dengan semangat sinergi yang diusung, diharapkan organisasi ini dapat memperkuat kontribusi pemuda Indonesia dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kesimpulannya, pembukaan Munas yang dihadiri Prabowo Subianto menandai momentum penting bagi HIPMI. Empat calon ketua umum bersaing secara terbuka, sementara klarifikasi BNN menegaskan bahwa proses pemilihan tetap bersih dari intervensi kriminal. Semua mata kini tertuju pada hasil pemungutan suara yang akan menentukan kepemimpinan HIPMI periode 2026‑2030, sebuah langkah strategis dalam memperkuat pilar ekonomi nasional.