Minyak Dunia Bergejolak Imbas Perang AS-Iran: Nasib Mobil ICE Suram, EV jadi Solusi?
Minyak Dunia Bergejolak Imbas Perang AS-Iran: Nasib Mobil ICE Suram, EV jadi Solusi?

Minyak Dunia Bergejolak Imbas Perang AS-Iran: Nasib Mobil ICE Suram, EV jadi Solusi?

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memuncak pada akhir pekan lalu memicu gejolak harga minyak mentah di pasar global. Harga Brent melesat dari US$78 menjadi lebih dari US$95 per barrel dalam 48 jam, sementara harga WTI naik hampir 20%.

Dampak pada Kendaraan Bermesin Bensin (ICE)

Kenaikan harga bahan bakar secara langsung mempengaruhi biaya operasional mobil berbahan bakar fosil (internal combustion engine/ICE). Analisis asosiasi otomotif Indonesia memperkirakan kenaikan harga BBM dapat menambah beban biaya per kilometer hingga 15%, mengurangi minat konsumen untuk membeli mobil baru berbahan bakar bensin atau diesel.

Elektrik Vehicle (EV) sebagai Alternatif

Di tengah situasi ini, kendaraan listrik (EV) menjadi sorotan sebagai alternatif yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Beberapa keunggulan EV meliputi:

  • Biaya energi per kilometer jauh lebih rendah dibandingkan BBM.
  • Emisi CO2 nol pada tingkat penggunaan.
  • Dukungan pemerintah berupa insentif pajak dan subsidi infrastruktur pengisian.

Data Perbandingan Biaya Operasional

Tipe Kendaraan Biaya Energi per km (IDR) Emisi CO2 (g/km)
Mobil Bensin 1500cc 2,500 120
Mobil Diesel 1500cc 2,300 110
EV (Battery 60 kWh) 900 0

Prospek Pasar EV di Indonesia

Dengan volatilitas harga minyak yang dipicu konflik geopolitik, pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan listrik tampak semakin realistis. Pemerintah, produsen, dan infrastruktur harus berkolaborasi untuk mempercepat transisi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada minyak impor.