Menteri LH: Gerakan Nasional Tanam Bambu untuk Rehabilitasi Lahan
Menteri LH: Gerakan Nasional Tanam Bambu untuk Rehabilitasi Lahan

Menteri LH: Gerakan Nasional Tanam Bambu untuk Rehabilitasi Lahan

LintasWarganet.com – 14 Juni 2026 | Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, meluncurkan gerakan nasional penanaman bambu sebagai upaya utama rehabilitasi lahan yang terdegradasi di seluruh Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah, mengurangi erosi, sekaligus menyerap karbon dioksida secara signifikan.

Gerakan tersebut menargetkan lahan pertanian yang mengalami penurunan kesuburan, area bekas tambang, serta wilayah rawan longsor. Pemerintah menyiapkan paket dukungan berupa penyediaan bibit bambu, pelatihan teknik penanaman, dan insentif bagi petani atau komunitas yang berpartisipasi.

Berikut poin utama dari program tersebut:

  • Penanaman bambu pada lahan seluas 10 juta hektar selama lima tahun ke depan.
  • Penyediaan bibit unggul melalui jaringan BPLH dan lembaga pertanian.
  • Pelatihan bagi petani dan relawan mengenai teknik penanaman, perawatan, dan pemanfaatan bambu.
  • Insentif fiskal dan non-fiskal bagi peserta yang berhasil menanam dan merawat bambu sesuai standar.

Pemerintah menargetkan pelaksanaan fase pertama pada akhir tahun 2024, dengan fokus pada provinsi yang paling terdampak degradasi lahan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur efektivitas penanaman serta dampak sosial‑ekonomi yang dihasilkan.

Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, lembaga swadaya, dan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat tercapainya tujuan rehabilitasi lahan nasional melalui pemanfaatan bambu.