Menpar Widiyanti Siapkan Strategi Tarik Wisatawan Mancanegara di Tengah Konflik Global
Menpar Widiyanti Siapkan Strategi Tarik Wisatawan Mancanegara di Tengah Konflik Global

Menpar Widiyanti Siapkan Strategi Tarik Wisatawan Mancanegara di Tengah Konflik Global

LintasWarganet.com – 01 April 2026 | Menlu Pariwisata Indonesia, Widiyanti, mengungkapkan rencana komprehensif untuk menarik kembali wisatawan mancanegara pada tahun 2026 meski dunia masih dilanda ketegangan geopolitik. Menurut pernyataan resmi Kementerian Pariwisata, strategi ini dirancang untuk mengurangi dampak negatif dari konflik global yang memengaruhi alur perjalanan internasional.

Beberapa faktor utama yang memicu penurunan kunjungan meliputi pembatasan penerbangan, persepsi keamanan, dan fluktuasi nilai tukar. Untuk mengatasinya, Kemenpar menyiapkan serangkaian langkah taktis yang menggabungkan promosi digital, kebijakan visa yang lebih fleksibel, serta kerja sama lintas sektor.

  • Pemanfaatan Platform Digital: Kampanye iklan tersegmentasi akan diluncurkan di media sosial dan mesin pencari utama, menargetkan pasar‑pasar potensial seperti Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur.
  • Kebijakan Visa E‑Visa yang Disederhanakan: Proses aplikasi visa dipercepat dengan sistem online 24‑jam, serta pemberian visa multientri bagi pelancong yang mengunjungi lebih dari tiga provinsi.
  • Keamanan dan Protokol Kesehatan: Standar keselamatan bandara dan destinasi wisata ditingkatkan, termasuk pelatihan personel dan sertifikasi internasional.
  • Kolaborasi dengan Maskapai dan OTA: Penawaran paket bundling tiket pesawat, akomodasi, dan tur lokal akan dipromosikan melalui maskapai penerbangan serta agen perjalanan online.
  • Pengembangan Destinasi Alternatif: Fokus pada promosi wilayah yang belum terlalu ramai seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua, untuk menyebarkan manfaat ekonomi secara merata.

Selain langkah‑langkah di atas, Kemenpar menyiapkan anggaran khusus sebesar Rp 1,2 triliun untuk kampanye internasional selama dua tahun ke depan. Anggaran tersebut akan dialokasikan pada produksi konten video berdurasi pendek, partisipasi dalam pameran wisata dunia, serta riset pasar yang terus‑menerus.

Widiyanti menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan yang aman, ramah, dan beragam budaya, meski situasi global tidak menentu. “Kami yakin dengan strategi terintegrasi, Indonesia dapat kembali menjadi magnet wisatawan dunia pada 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.