Menkeu Purbaya: Rupiah Belum Sejelek Krisis 1998 Meski Sempat Sentuh Rp17.500
Menkeu Purbaya: Rupiah Belum Sejelek Krisis 1998 Meski Sempat Sentuh Rp17.500

Menkeu Purbaya: Rupiah Belum Sejelek Krisis 1998 Meski Sempat Sentuh Rp17.500

LintasWarganet.com – 15 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini belum mengulangi kondisi terpuruk pada krisis moneter 1998, meskipun pada beberapa periode akhir pekan lalu kurs sempat menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin (15/05/2024). Purbaya menambahkan bahwa lonjakan tajam tersebut bersifat sementara dan dipicu oleh faktor eksternal, termasuk pergerakan spekulatif di pasar valuta asing serta fluktuasi harga komoditas global.

Ia menekankan tiga poin utama:

  • Kondisi fundamental ekonomi tetap kuat – pertumbuhan GDP triwulan ketiga diproyeksikan tetap berada di atas 5 persen, inflasi terkendali di kisaran 2-3 persen, dan neraca perdagangan mencatat surplus yang signifikan.
  • Bank Indonesia telah melakukan intervensi yang terukur, termasuk penyesuaian suku bunga acuan dan penyediaan likuiditas tambahan bagi pasar untuk menahan tekanan spekulatif.
  • Pemerintah siap menambah kebijakan fiskal bila diperlukan, antara lain melalui peningkatan belanja infrastruktur dan dukungan bagi sektor ekspor.

Selain itu, Purbaya menyoroti bahwa kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten selama beberapa tahun terakhir telah memperkuat kepercayaan investor. Data cadangan devisa masih berada di level yang aman, sementara rasio utang pemerintah terhadap PDB tetap berada di bawah batas toleransi internasional.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah merupakan prioritas utama pemerintah, dan semua pihak terkait – termasuk bank sentral, lembaga keuangan, dan pelaku pasar – diharapkan berkoordinasi untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.