Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh

Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan pidato ilmiah dalam sebuah kuliah umum di Nankai University, Tianjin, China, baru-baru ini. Dalam sambutan tersebut ia menyoroti percepatan mesin ekonomi Indonesia, kondisi fiskal yang sehat, serta ketangguhan anggaran negara dalam menghadapi tantangan global.

Purbaya menekankan tiga pilar utama yang menjadi landasan pertumbuhan ekonomi nasional:

  • Stabilitas makroekonomi yang didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang terkoordinasi.
  • Penguatan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan dan optimalisasi sumber daya alam.
  • Investasi dalam infrastruktur dan sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas.

Ia juga menguraikan data terkini yang menunjukkan bahwa defisit anggaran Indonesia telah berkurang secara signifikan dalam dua tahun terakhir, sementara rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada pada level yang dapat dikelola. Kebijakan fiskal yang disiplin memungkinkan pemerintah menyalurkan stimulus bagi sektor‑sektor yang terdampak pandemi tanpa mengorbankan keberlanjutan keuangan negara.

Selain membahas indikator makroekonomi, Menteri Keuangan menyoroti peran penting Nankai University sebagai pusat penelitian ekonomi yang berpengaruh di Asia. Ia mengajak akademisi dan peneliti di sana memperdalam kerja sama riset, pertukaran mahasiswa, serta dialog kebijakan antara Indonesia dan China.

Beberapa poin aksi yang diusulkan dalam pidato tersebut meliputi:

  1. Peningkatan kerja sama bilateral dalam bidang pajak digital dan perpajakan lintas‑batas.
  2. Pengembangan platform data terbuka untuk meningkatkan transparansi anggaran.
  3. Kolaborasi dalam riset energi bersih dan transisi ekonomi hijau.

Penutup pidato menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan inklusif dan ketahanan fiskal, serta mengundang komunitas akademik internasional berkontribusi dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan.