Menjaga semangat petani Tabanan dari godaan geliat pariwisata
Menjaga semangat petani Tabanan dari godaan geliat pariwisata

Menjaga semangat petani Tabanan dari godaan geliat pariwisata

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Pariwisata di Bali terus melaju, membawa arus wisatawan yang kian meningkat. Di Kabupaten Tabanan, pertumbuhan ini menimbulkan dilema bagi para petani yang selama ini mengandalkan lahan pertanian tradisional.

Para petani menghadapi godaan perubahan lahan menjadi objek wisata, hotel, atau vila. Banyak yang tergiur dengan tarif sewa tanah yang lebih tinggi, namun hal tersebut dapat mengurangi produksi pangan lokal dan mengancam ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian dan Dinas Pariwisata telah merumuskan serangkaian kebijakan untuk menjaga semangat bertani sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata secara berkelanjutan.

  • Insentif finansial: pemberian subsidi pupuk dan bibit, serta kredit lunak bagi petani yang tetap mengolah lahan pertanian.
  • Program diversifikasi pendapatan: pelatihan agrowisata, kebun edukasi, dan pemasaran produk organik langsung ke wisatawan.
  • Pembentukan zona pertanian terlindungi: penetapan area yang tidak dapat dialihfungsikan menjadi lahan komersial.
  • Kampanye kesadaran masyarakat: edukasi tentang pentingnya produksi pangan lokal bagi ketahanan pangan dan budaya Bali.

Selain itu, beberapa desa di Tabanan telah berhasil mengintegrasikan pertanian dengan pariwisata melalui model agrowisata. Contohnya, desa Pengembak mengundang pengunjung untuk berpartisipasi menanam padi, memanen sayuran, serta mencicipi hasil bumi secara langsung.

Model tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memberikan pengalaman otentik bagi wisatawan yang semakin mencari “koneksi” dengan budaya lokal.

Namun, tantangan tetap ada. Tekanan pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya dan kawasan resort, masih mengancam lahan pertanian yang tersebar. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan keberlanjutan jangka panjang.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kesadaran masyarakat, dan inovasi dalam menggabungkan pertanian serta pariwisata, harapan untuk menjaga semangat petani Tabanan tetap tinggi tetap dapat diwujudkan.