Mendag Busan Siapkan 3 Permendag Atur Ekspor CPO, Batu Bara, dan Feroalloy
Mendag Busan Siapkan 3 Permendag Atur Ekspor CPO, Batu Bara, dan Feroalloy

Mendag Busan Siapkan 3 Permendag Atur Ekspor CPO, Batu Bara, dan Feroalloy

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Kementerian Perdagangan (Mendag) yang dipimpin oleh Busan mengumumkan telah menyiapkan tiga Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) baru yang akan mengatur ekspor tiga komoditas strategis: minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan ferroalloy. Ketiga regulasi tersebut dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas, menstabilkan volume ekspor, serta melindungi kepentingan ekonomi nasional.

Beberapa poin penting yang tercantum dalam draft Permendag antara lain:

  • CPO: Penetapan kuota maksimum ekspor per periode, prosedur izin yang dipercepat, serta mekanisme monitoring kualitas dan harga.
  • Batu bara: Penetapan standar lingkungan bagi perusahaan pengekspor, persyaratan dokumentasi yang lebih ketat, dan pembatasan ekspor untuk batu bara berkapasitas tinggi yang berpotensi menurunkan cadangan dalam negeri.
  • Ferroalloy: Pengaturan lisensi khusus, penetapan tarif ekspor yang bersifat insentif bagi produsen yang meningkatkan nilai tambah, serta persyaratan pelaporan kuantitas dan nilai ekspor secara real‑time.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah meningkatkan kontrol atas sumber daya alam (SDA) yang selama ini diekspor secara relatif bebas, sekaligus memastikan bahwa pendapatan yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian negara. Mendag menargetkan finalisasi ketiga Permendag tersebut dalam tiga bulan ke depan, dengan harapan dapat segera diimplementasikan setelah melalui proses konsultasi publik dan persetujuan Kementerian terkait.

Para pelaku industri diharapkan dapat menyesuaikan strategi bisnis mereka dengan regulasi baru, termasuk menyiapkan dokumen izin lebih awal dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar lingkungan. Pemerintah juga berjanji akan menyediakan fasilitas bantuan teknis bagi perusahaan kecil dan menengah yang mungkin menghadapi tantangan adaptasi.