Menanam Hijau, Memanen Laut: Inovasi Pesisir Surabaya untuk Ketahanan Pangan
Menanam Hijau, Memanen Laut: Inovasi Pesisir Surabaya untuk Ketahanan Pangan

Menanam Hijau, Memanen Laut: Inovasi Pesisir Surabaya untuk Ketahanan Pangan

LintasWarganet.com – 26 Mei 2026 | Angin pantai di Surabaya kini tidak hanya menyebarkan aroma laut, melainkan menandakan munculnya proyek hijau‑laut yang menggabungkan pertanian kota dengan budidaya laut. Pemerintah kota bersama universitas dan komunitas nelayan meluncurkan program integrasi lahan pertanian dengan tambak dan kebun laut untuk meningkatkan ketahanan pangan serta mengurangi tekanan pada ekosistem pesisir.

Program ini mencakup penanaman mangrove di area terdegradasi, pembentukan lahan hidroponik di atap gedung, serta pengembangan tambak rumput laut dan kerang di perairan dekat pelabuhan. Setiap komponen dirancang saling melengkapi: akar mangrove menyerap nutrisi berlebih, sementara hasil panen rumput laut dapat dijadikan pakan ternak atau bahan baku industri makanan.

  • Penanaman mangrove: 15 hektar selama tahun 2024, diperkirakan menyerap 3.200 ton CO₂.
  • Hidroponik kota: 200 unit kebun atap, menghasilkan rata‑rata 500 kg sayuran per bulan.
  • Tambak rumput laut: 30 ha dengan produksi target 12.000 ton per tahun.
  • Budidaya kerang: 10 ha, menghasilkan 1.500 ton kerang segar tiap tahun.

Selain manfaat lingkungan, proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja bagi warga pesisir dan meningkatkan pendapatan petani kota. Pelatihan teknik pertanian berkelanjutan dan akvakultur diberikan oleh fakultas pertanian Universitas Airlangga, sementara dinas terkait menyediakan subsidi bibit dan peralatan.

Para pemangku kepentingan menilai bahwa sinergi antara lahan darat dan laut dapat menjadi model bagi kota‑kota lain di Indonesia yang menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim. Dengan mengoptimalkan ruang terbatas, Surabaya berupaya menjadi contoh kota hijau‑biru yang berdaya saing dalam penyediaan pangan lokal.