Melawan Stunting di Ngawi
Melawan Stunting di Ngawi

Melawan Stunting di Ngawi

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Setiap pagi, warga Ngawi yang bernama Novi tidak hanya sekadar mengunjungi pos gizi, melainkan datang sebagai ibu hamil dengan risiko gizi yang tinggi. Keberadaannya mencerminkan tantangan serius yang dihadapi daerah ini dalam memerangi stunting pada anak balita.

Stunting, atau kondisi pertumbuhan terhambat pada anak di bawah lima tahun, masih menjadi masalah kesehatan utama di Kabupaten Ngawi. Data Dinas Kesehatan setempat menunjukkan bahwa sekitar 27% balita di wilayah tersebut berada dalam kategori stunting, angka yang masih di atas target nasional 14%.

Pemerintah daerah bersama Kementerian Kesehatan telah meluncurkan serangkaian program intervensi, antara lain:

  • Peningkatan layanan pos pelayanan terpadu (Posyandu) dengan penambahan tenaga gizi terlatih.
  • Pemberian suplementasi gizi khusus untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Pendidikan gizi berbasis rumah tangga melalui kader posyandu.
  • Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin setiap tiga bulan.

Selain upaya pemerintah, partisipasi aktif masyarakat sangat penting. Kader posyandu, tokoh agama, serta kelompok tani berperan dalam menyebarluaskan informasi penting tentang pola makan seimbang, pentingnya ASI eksklusif, dan pencegahan infeksi.

Beberapa langkah konkret yang dapat diambil oleh keluarga antara lain:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi lengkap, termasuk protein hewani, sayuran hijau, dan buah-buahan.
  2. Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
  3. Melakukan kunjungan rutin ke posyandu untuk memeriksa berat dan tinggi badan anak.
  4. Menghindari penggunaan air tidak bersih yang dapat menyebabkan diare dan memperparah kondisi gizi.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan warga, diharapkan angka stunting di Ngawi dapat turun secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, menjamin generasi muda yang lebih sehat dan produktif.