Masjid Indonesia Pertama di Yokohama Dirikan Jusuf Kalla, Sorotan Gotong Royong Lintas Negara
Masjid Indonesia Pertama di Yokohama Dirikan Jusuf Kalla, Sorotan Gotong Royong Lintas Negara

Masjid Indonesia Pertama di Yokohama Dirikan Jusuf Kalla, Sorotan Gotong Royong Lintas Negara

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Jusuf Kalla secara resmi meresmikan Masjid Indonesia pertama di kota Yokohama, Jepang, pada hari Senin yang lalu. Upacara tersebut menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong antara warga Indonesia yang berada di luar negeri dan masyarakat lokal Jepang.

Masjid ini dibangun atas inisiatif komunitas Muslim Indonesia yang telah tinggal di wilayah Kanto selama lebih dari dua dekade. Mereka menggalang dana melalui sumbangan sukarela, mengorganisir kerja bakti, serta melibatkan arsitek dan tukang dari kedua negara untuk memastikan desainnya mencerminkan identitas Indonesia sekaligus menyesuaikan dengan lingkungan urban Jepang.

Berikut rangkaian kegiatan utama dalam proses pembangunan:

  • 2019: Pembentukan panitia koordinasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Jepang, dan organisasi kemasyarakatan Indonesia di Yokohama.
  • 2020‑2021: Penggalangan dana sebesar ¥120 juta melalui platform crowdfunding, sumbangan pribadi, dan sponsor korporat Jepang.
  • 2022: Penyusunan desain arsitektural yang menggabungkan motif batik tradisional dan struktur tahan gempa khas Jepang.
  • 2023: Pelaksanaan pembangunan fase pertama, meliputi pondasi, ruang sholat utama, serta ruang pertemuan multikultural.
  • 2024: Penyelesaian interior, instalasi audio‑visual, dan penataan taman depan masjid.

Masjid Indonesia Yokohama tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya. Setiap minggu, masjid menyelenggarakan kelas bahasa Indonesia, pelatihan kerja, serta diskusi interfaith yang melibatkan tokoh agama Jepang.

Jusuf Kalla menekankan pentingnya nilai gotong royong dalam konteks global: “Ketika warga Indonesia di luar negeri bersatu, mereka tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan dengan negara tuan rumah. Ini adalah wujud nyata diplomasi budaya yang menginspirasi.”

Keberadaan masjid ini diharapkan menjadi titik tolak bagi pembangunan masjid-masjid Indonesia lainnya di wilayah Asia-Pasifik, sekaligus meningkatkan citra positif komunitas Indonesia di mata dunia.