Manggala Agni Terus Giat Padamkan Karhutla di Bengkalis dan Rokan Hilir
Manggala Agni Terus Giat Padamkan Karhutla di Bengkalis dan Rokan Hilir

Manggala Agni Terus Giat Padamkan Karhutla di Bengkalis dan Rokan Hilir

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Balai Pengendalian Kebakaran Hutan wilayah Sumatera, Manggala Agni, masih intensif memadamkan kebakaran hutan yang melanda Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir sejak awal pekan ini. Menurut laporan Kementerian Kehutanan, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.200 hektar, dengan titik api paling signifikan berada di daerah rawa-rawa pinggiran Sungai Siak.

Tim Manggala Agni yang dipimpin oleh Kepala Balai, Irwan Hadi, mengerahkan lebih dari 150 personel, termasuk pemadam profesional, relawan masyarakat, serta unit helikopter pemadam yang beroperasi sejak siang hari. Upaya pemadaman difokuskan pada tiga tahap utama:

  • Penggunaan alat pemadam tanah (soil wetting) untuk menurunkan suhu tanah di zona kritis.
  • Pemadaman langsung dengan air dan bahan kimia anti‑bakar melalui helikopter dan pesawat ringan.
  • Pembuatan jalur pemadaman (firebreak) menggunakan bulldozer dan tenaga kerja sukarelawan untuk memutus penyebaran api.

Hingga laporan terakhir, sekitar 70 persen area yang terdampak telah berhasil dikendalikan, namun masih terdapat beberapa titik api yang berpotensi menyala kembali akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang. Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan bantuan logistik berupa makanan, obat-obatan, dan tenda darurat bagi warga yang terdampak, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau situasi.

Selain upaya pemadaman, Manggala Agni juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat setempat tentang bahaya pembakaran lahan ilegal dan pentingnya menjaga kelembapan hutan. Koordinasi dengan Satpol PP, TNI, serta Badan Lingkungan Hidup setempat diharapkan dapat mempercepat penertiban praktik pembakaran yang menjadi penyebab utama kebakaran hutan.

Para ahli mengingatkan bahwa pemulihan ekosistem hutan memerlukan waktu yang cukup lama, terutama untuk mengembalikan fungsi hidrologi dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, keberlanjutan upaya pencegahan dan penegakan hukum menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.