Longsor Kembali Melanda Jepara, Akses Jalan ke Desa Tempur Ditutup
Longsor Kembali Melanda Jepara, Akses Jalan ke Desa Tempur Ditutup

Longsor Kembali Melanda Jepara, Akses Jalan ke Desa Tempur Ditutup

LintasWarganet.com – 27 Maret 2026 | Tanah longsor kembali terjadi di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyusul hujan lebat yang melanda wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Longsor ini menimbulkan tebing‑tebing tanah yang runtuh dan menutupi jalur utama yang menghubungkan Desa Tempur dengan kawasan sekitar.

Akibat runtuhnya material tanah, akses jalan menuju Desa Tempur terhalang total. Pemerintah Kabupaten Jepara segera menutup jalan tersebut untuk mencegah kendaraan melintas dan menambah risiko kecelakaan. Penutupan jalan berdampak pada mobilitas penduduk, distribusi bantuan, serta aktivitas ekonomi lokal yang bergantung pada transportasi barang dan orang.

Pihak berwenang, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara dan Satpol PP, telah melakukan serangkaian langkah darurat, antara lain:

  • Evakuasi sementara warga yang berada di zona berisiko ke posko pengungsian terdekat.
  • Penempatan tim SAR dan tenaga medis di area terdampak.
  • Pemasangan papan peringatan dan rambu penghalang pada bagian jalan yang tertutup.
  • Monitoring intensif kondisi tanah menggunakan drone dan tim geologi.
  • Penyediaan alternatif rute darurat melalui jalur lintas desa tetangga.

Sampai saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa atau luka serius akibat longsor. Namun, beberapa rumah penduduk mengalami kerusakan struktural ringan dan sebagian lahan pertanian terendam lumpur.

Petugas menegaskan bahwa penutupan jalan akan tetap berlaku hingga kondisi jalur dinyatakan aman. Mereka mengimbau warga untuk tidak mencoba melewati area longsor secara paksa dan melaporkan setiap perubahan kondisi kepada pihak berwenang.

Selain upaya penanggulangan darurat, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk merencanakan perbaikan infrastruktur jalan yang rusak. Pembangunan kembali diperkirakan memerlukan waktu beberapa minggu, tergantung pada hasil evaluasi teknis dan kondisi cuaca ke depan.

Longsor di Jepara ini menjadi peringatan akan meningkatnya risiko bencana alam di wilayah yang rawan curah hujan tinggi. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi, menjaga kebersihan sungai, serta tidak menebang pepohonan di daerah lereng tanpa izin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *