Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI
Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI

Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Pada tanggal 26 Mei 2024, sebuah ledakan terjadi di dalam Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni yang terletak di Intan Jaya, Papua. Ledakan tersebut mengakibatkan kepanikan di antara jemaat yang sedang melaksanakan ibadah dan menimbulkan kerusakan pada struktur gereja.

Korps Operasi Pengamanan (Koops) TNI Angkatan Darat (Habema) segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Menurut pernyataan resmi Koops Habema, benda yang meledak merupakan granat, namun bukan granat milik TNI. Penyidik mengidentifikasi bahwa granat tersebut kemungkinan berasal dari pihak non-militer dan masih dalam proses pelacakan asal-usulnya.

Berikut rangkaian fakta yang telah dipublikasikan oleh Koops Habema:

  • Ledakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.
  • Korban luka ringan sebanyak tiga orang, semuanya menerima pertolongan pertama dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.
  • Tim forensik menemukan sisa bahan peledak yang sesuai dengan tipe granat konvensional, namun tidak ada tanda-tanda penggunaan perangkat militer resmi.
  • Pihak kepolisian setempat dan Badan Penanggulangan Terorisme (BPT) turut membantu penyelidikan.

Pejabat Koops Habema menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan akan melibatkan aparat keamanan lainnya untuk memastikan tidak ada keterlibatan unsur militer dalam insiden ini. Pemerintah daerah Intan Jaya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

Insiden ini menambah daftar peristiwa keamanan yang terjadi di wilayah Papua akhir-akhir ini, menimbulkan keprihatinan atas keamanan tempat ibadah dan kebutuhan akan tindakan preventif yang lebih kuat.