Lansia yang Rutin Memasak Risiko Demensia Turun 30%
Lansia yang Rutin Memasak Risiko Demensia Turun 30%

Lansia yang Rutin Memasak Risiko Demensia Turun 30%

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health mengungkapkan bahwa lansia yang secara rutin melakukan aktivitas memasak memiliki risiko terkena demensia hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

Peneliti menganalisis data lebih dari 1.500 peserta berusia 60 tahun ke atas selama periode lima tahun. Mereka mengklasifikasikan frekuensi memasak menjadi tiga kelompok: tidak memasak, memasak sesekali (kurang dari tiga kali seminggu), dan memasak rutin (tiga kali atau lebih seminggu). Hasilnya menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok yang memasak secara rutin.

Frekuensi Memasak Risiko Demensia
Tidak Memasak Referensi (100%)
Memasak Sesekali ~85% dari referensi
Memasak Rutin ~70% dari referensi (penurunan 30%)

Beberapa mekanisme yang diusulkan meliputi:

  • Stimulasi kognitif melalui perencanaan resep, pengukuran bahan, dan pengaturan waktu.
  • Interaksi sensorik yang melibatkan penciuman, rasa, dan sentuhan.
  • Kegiatan sosial bila memasak bersama keluarga atau tetangga.
  • Peningkatan asupan nutrisi seimbang yang berperan dalam kesehatan otak.

Para ahli menekankan bahwa memasak bukan hanya kegiatan rumah tangga, melainkan bentuk latihan otak yang dapat dijadikan bagian dari gaya hidup sehat bagi lansia. Disarankan agar program pencegahan demensia mencakup kegiatan yang menantang secara mental, termasuk memasak, bermain puzzle, atau belajar hal baru.

Walaupun hasil ini menjanjikan, peneliti juga mengingatkan bahwa faktor lain seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan riwayat penyakit kronis tetap memengaruhi risiko demensia. Oleh karena itu, pendekatan holistik tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan kognitif pada usia lanjut.