Kualitas Udara Jakarta pada Kamis Masuk Peringkat Ketiga Terburuk di Dunia
Kualitas Udara Jakarta pada Kamis Masuk Peringkat Ketiga Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta pada Kamis Masuk Peringkat Ketiga Terburuk di Dunia

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Pada pagi hari Kamis, kualitas udara di ibu kota Indonesia, Jakarta, kembali mencatat level yang mengkhawatirkan. Pemerintah mengklasifikasikan kondisi udara tersebut sebagai “tidak sehat” dan menempatkan Jakarta pada peringkat tiga terburuk secara global dalam hal polusi udara.

Faktor Penyebab dan Indikator Utama

Penurunan kualitas udara ini dipicu oleh kombinasi faktor, antara lain peningkatan emisi kendaraan bermotor, pembakaran sampah terbuka, serta cuaca yang kurang mendukung penyebaran polutan. Indeks Partikulat (PM) 2,5 menjadi indikator utama yang menunjukkan konsentrasi partikel halus berbahaya pada level 115 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Perbandingan dengan Kota Lain

Peringkat Dunia Kota PM2.5 (µg/m³)
1 New Delhi, India 210
2 Beijing, China 180
3 Jakarta, Indonesia 115

Data tersebut menegaskan posisi Jakarta yang kini berada di antara kota-kota dengan tingkat polusi paling tinggi di dunia.

Dampak terhadap Kesehatan Masyarakat

Kondisi “tidak sehat” ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, dan memperparah penyakit kronis seperti asma. Ahli kesehatan memperingatkan bahwa paparan jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi kardiovaskular.

Langkah Pemerintah dan Upaya Mitigasi

Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah mengumumkan serangkaian kebijakan darurat, meliputi pembatasan kendaraan bermotor di wilayah tertentu, penegakan larangan pembakaran sampah, serta peningkatan pengawasan industri. Selain itu, kampanye edukasi kepada publik tentang pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan penggunaan transportasi publik juga sedang digalakkan.

Meski upaya ini masih dalam tahap awal, para pakar menilai bahwa koordinasi lintas sektoral dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk menurunkan tingkat polusi secara signifikan.