Kualitas Udara Jakarta Masuk Peringkat Keenam Terburuk di Dunia
Kualitas Udara Jakarta Masuk Peringkat Keenam Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Masuk Peringkat Keenam Terburuk di Dunia

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Data pemantauan kualitas udara yang dirilis pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB oleh IQAir menunjukkan bahwa Jakarta kembali berada di peringkat keenam terburuk dunia. Angka indeks kualitas udara (AQI) mencatat nilai PM2.5 sekitar 115 µg/m³, menandakan tingkat polusi yang sangat tinggi.

Berikut ini rangkuman peringkat enam kota dengan kualitas udara terburuk menurut IQAir pada periode yang sama:

Ranking Kota PM2.5 (µg/m³)
1 Delhi, India 210
2 Beijing, China 185
3 Karachi, Pakistan 160
4 Dhaka, Bangladesh 145
5 Ulaanbaatar, Mongolia 130
6 Jakarta, Indonesia 115

Polutan PM2.5 yang berukuran sangat kecil ini dapat menembus saluran pernapasan hingga paru-paru, meningkatkan risiko penyakit pernapasan, kardiovaskular, bahkan kematian dini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan batas maksimum harian PM2.5 sebesar 25 µg/m³, jauh di bawah angka yang tercatat di Jakarta.

Pemerintah DKI Jakarta menanggapi situasi ini dengan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Penerapan pembatasan kendaraan bermotor pada jam sibuk (ganjil-genap).
  • Peningkatan pengawasan emisi dari pabrik dan pembangkit listrik.
  • Program penghijauan di area publik dan penanaman pohon penyerapan karbon.
  • Pengembangan sistem transportasi massal berbasis listrik.

Para pakar lingkungan menekankan perlunya kolaborasi lintas sektoral. Dr. Andi Wijaya, pakar polusi udara dari Universitas Indonesia, menyarankan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi, serta penegakan regulasi yang lebih ketat terhadap pembakaran sampah terbuka.

Dengan kombinasi kebijakan publik yang tegas, partisipasi aktif warga, dan inovasi teknologi, diharapkan kualitas udara Jakarta dapat membaik dalam jangka menengah hingga panjang.