KRI Bima Suci Luncurkan Misi Kartika Jala Krida 2026, Bawa 52 Kadet dari 24 Negara Sahabat
KRI Bima Suci Luncurkan Misi Kartika Jala Krida 2026, Bawa 52 Kadet dari 24 Negara Sahabat

KRI Bima Suci Luncurkan Misi Kartika Jala Krida 2026, Bawa 52 Kadet dari 24 Negara Sahabat

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Kapal layar latih TNI Angkatan Laut (AL), KRI Bima Suci, kembali mengarungi samudra pada 26 Maret 2026 dalam rangka misi Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Kapal tersebut meninggalkan dermaga Madura, Komando Armada II, Surabaya, dan menyiapkan perjalanan diplomatik serta latihan selama 124 hari dengan jarak tempuh total 16.877 mil laut.

Secara resmi, pelayaran ini menampung 52 kadet militer dari 24 negara sahabat yang turut serta dalam program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026. Kedatangan pertama KRI Bima Suci tercatat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 28 Maret 2026, di mana kapal disambut oleh jajaran pejabat tinggi TNI AL, termasuk Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan, Gubernur Akademi Angkatan Laut Laksamana Muda Sigit Santoso, serta Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksamana Muda Rudhi Aviantara.

Tujuan Diplomasi dan Latihan

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul, pelayaran ini berfungsi sebagai instrumen diplomasi pertahanan. Ia menegaskan, “KRI Bima Suci bukan sekadar kapal latih, melainkan wahana membangun kepercayaan bersama dengan negara‑negara sahabat melalui kehadiran kadet internasional di atas kapal.”

Selain aspek diplomasi, misi ini menjadi arena pembentukan karakter bagi taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke‑73. Taruna tingkat II dilatih untuk mengembangkan kepemimpinan, ketahanan fisik, serta wawasan kebangsaan internasional. Komandan kapal, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, menambahkan bahwa para calon perwira diperkenalkan langsung pada dinamika operasi laut modern dan peran strategis TNI AL di panggung global.

Rute Perjalanan dan Pemberhentian

Setelah singgah di Jakarta, KRI Bima Suci akan melanjutkan rute ambisius yang meliputi beberapa pelabuhan utama di kawasan Asia‑Pasifik. Berikut adalah rute perkiraan yang akan dilalui:

  • Singapura – pelabuhan strategis di Selat Malaka.
  • Bangkok, Thailand – kunjungan diplomatik dengan Angkatan Laut Thailand.
  • Manila, Filipina – pertukaran budaya dan latihan bersama.
  • Hanoi, Vietnam – pertemuan bilateral TNI AL dan Angkatan Laut Vietnam.
  • Hong Kong – demonstrasi kemampuan navigasi kapal layar.
  • Tokyo, Jepang – kerjasama teknis dan pertunjukan seni budaya.

Setiap pemberhentian direncanakan diiringi dengan pertunjukan seni tradisional Indonesia, kirab kota, serta dialog keamanan maritim antara TNI AL dan angkatan laut negara tuan rumah.

Manfaat bagi Kadet Internasional

Kadet yang berpartisipasi memperoleh pengalaman langsung dalam operasi laut jarak jauh, pelatihan navigasi tradisional, serta interaksi lintas budaya. Mereka juga diajak mengamati prosedur keselamatan, manajemen logistik, dan taktik pertahanan laut yang relevan dengan kebutuhan keamanan regional.

Program APCS 2026 menekankan pentingnya kerja sama maritim di wilayah Indo‑Pasifik, khususnya dalam mengatasi tantangan keamanan seperti pembajakan, penyelundupan, dan perlindungan jalur perdagangan laut. Keikutsertaan kadet dari 24 negara mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat stabilitas kawasan.

Harapan dan Penutup

KRI Bima Suci diharapkan tidak hanya menyelesaikan misi latihan, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia di setiap pelabuhan yang dikunjungi. Penampilan seni, kuliner, serta keramahan kru kapal diproyeksikan dapat meninggalkan kesan positif bagi mitra internasional.

Dengan keberangkatan ini, TNI AL menegaskan posisinya sebagai kekuatan maritim yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada kerja sama internasional. Selama 124 hari ke depan, KRI Bima Suci akan menjadi simbol persahabatan, disiplin, serta kebanggaan Indonesia di lautan dunia.