Korpasgat TNI AU Tingkatkan Kemampuan Tempur lewat Latihan Menembak Malam Intensif di Makassar
Korpasgat TNI AU Tingkatkan Kemampuan Tempur lewat Latihan Menembak Malam Intensif di Makassar

Korpasgat TNI AU Tingkatkan Kemampuan Tempur lewat Latihan Menembak Malam Intensif di Makassar

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) Angkatan Udara Republik Indonesia menggelar latihan menembak malam di daerah Makassar pada pekan ini. Kegiatan ini dirancang untuk mengasah kemampuan tempur prajurit dalam kondisi minim cahaya, sekaligus memanfaatkan teknologi persenjataan modern yang dimiliki TNI AU.

Latihan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan lebih dari 150 personel Korpasgat, termasuk pilot, teknisi, serta anggota pasukan darat. Seluruh peserta diwajibkan menyelesaikan serangkaian skenario menembak yang menuntut akurasi, kecepatan, dan koordinasi tim dalam gelap.

Beberapa teknologi utama yang dipakai dalam latihan meliputi:

  • Sistem penargetan inframerah (IR) pada senapan serbu modern.
  • Night vision goggles (NVG) generasi terbaru yang memberikan visibilitas hingga 300 meter dalam kegelapan total.
  • Simulasi tembak virtual berbasis komputer untuk menguji keputusan taktis tanpa risiko kecelakaan nyata.
  • Drone pengintai beroperasi pada malam hari untuk memberikan data intelijen real‑time kepada tim di lapangan.

Komandan Korpasgat, Letnan Kolonel (P) Arif Hidayat, menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyiapkan pasukan siap tempur dalam segala situasi, baik pertahanan maupun penyerangan. “Kita harus mampu beroperasi secara efektif di semua kondisi cuaca dan cahaya. Latihan menembak malam ini memperkuat kesiapan taktis dan meningkatkan kepercayaan diri prajurit dalam menggunakan peralatan canggih,” ujarnya.

Selain aspek teknis, latihan juga menitikberatkan pada koordinasi lintas unit. Tim infanteri, unit artileri ringan, serta pasukan udara bekerja bersama untuk mensimulasikan operasi gabungan yang meniru skenario konflik modern. Setiap tim harus menyelesaikan misi dalam batas waktu yang ketat, sambil menjaga keamanan dan menghindari kesalahan tembakan.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat akurasi tembakan malam, dengan rata‑rata hit rate naik dari 68% menjadi 85% dibandingkan dengan latihan sebelumnya. Peningkatan ini diperkirakan akan berkontribusi pada efektivitas operasional Korpasgat dalam operasi nyata.

Latihan menembak malam ini juga menjadi ajang demonstrasi kemampuan teknologi pertahanan dalam negeri, memperkuat komitmen TNI AU untuk mengintegrasikan peralatan buatan lokal dengan standar internasional.