Kodim Batang Targetkan 100 KDMP Rampung April 2026
Kodim Batang Targetkan 100 KDMP Rampung April 2026

Kodim Batang Targetkan 100 KDMP Rampung April 2026

LintasWarganet.com – 02 April 2026 | Komando Distrik Militer (Kodim) 0736/Batang di Provinsi Jawa Tengah menargetkan selesainya pembangunan seratus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) pada bulan April 2026. Inisiatif ini dipimpin oleh Komandan Kodim Batang, Letkol Infanteri Andhika, yang menekankan peran strategis koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Program KDMP bertujuan untuk:

  • Mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui usaha koperasi yang berbasis pertanian, peternakan, dan kerajinan.
  • Meningkatkan akses permodalan bagi petani dan pelaku usaha kecil di wilayah Kodim Batang.
  • Memfasilitasi pelatihan manajemen dan pemasaran bagi anggota koperasi.
  • Menjalin sinergi antara lembaga militer, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Rencana pelaksanaan dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama (2023‑2024) fokus pada identifikasi desa potensial, penyusunan studi kelayakan, dan pendirian struktur organisasi koperasi. Fase kedua (2024‑2025) meliputi pembangunan infrastruktur, penyediaan peralatan, serta pelatihan teknis bagi anggota. Fase ketiga (2025‑April 2026) menargetkan operasional penuh, monitoring, dan evaluasi hasil.

Target pencapaian meliputi terbentuknya 100 koperasi yang masing‑masing memiliki modal awal minimal Rp 100 juta, dengan potensi penciptaan lapangan kerja sekitar 2.500 tenaga kerja lokal. Selain itu, diharapkan produksi pertanian dan kerajinan meningkat hingga 30 % dibandingkan dengan data tahun 2022.

Letkol Andhika menegaskan bahwa keberhasilan KDMP tidak hanya mengangkat taraf hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat stabilitas keamanan di daerah melalui peningkatan kesejahteraan. “Koperasi adalah jembatan antara pertahanan dan pembangunan. Dengan ekonomi yang kuat, potensi konflik dapat diminimalisir,” ujarnya dalam rapat koordinasi bersama aparat pemerintah Kabupaten Batang.

Pemerintah Kabupaten Batang telah memberikan dukungan berupa alokasi anggaran daerah, penyediaan lahan, serta bantuan teknis. Sementara itu, beberapa perusahaan swasta berkomitmen menyediakan bahan baku dan pasar bagi produk koperasi.

Pengawasan pelaksanaan program akan dilakukan oleh satuan tugas khusus yang melaporkan progres bulanan kepada komando militer dan pemerintah setempat. Dengan target selesai pada April 2026, KDMP diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang dapat direplikasi di wilayah lain.