Ketegangan Geopolitik Memanas, Harga Minyak Berpotensi Naik Tajam hingga USD 170
Ketegangan Geopolitik Memanas, Harga Minyak Berpotensi Naik Tajam hingga USD 170

Ketegangan Geopolitik Memanas, Harga Minyak Berpotensi Naik Tajam hingga USD 170

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Pasar minyak dunia diperkirakan akan mengalami lonjakan harga yang signifikan, dengan perkiraan mencapai US$170 per barel. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan ketegangan geopolitik, terutama yang melibatkan konflik di wilayah‑wilayah strategis dan penerapan sanksi ekonomi yang menekan pasokan minyak mentah.

Beberapa faktor utama yang memperkuat prospek kenaikan harga antara lain:

  • Ketegangan geopolitik: Konflik di Timur Tengah, ketegangan di perbatasan Rusia‑Ukraina, serta persaingan di wilayah Laut China Selatan meningkatkan ketidakpastian pasokan.
  • Sanksi terhadap Rusia: Pembatasan ekspor energi Rusia mengurangi volume produksi yang tersedia di pasar global.
  • Gangguan logistik: Penutupan jalur pelayaran dan pembatasan transportasi meningkatkan biaya pengiriman bahan bakar.

Jika skenario terburuk terwujud, harga minyak mentah Brent dapat melampaui US$170, sementara harga West Texas Intermediate (WTI) mengikuti pola serupa.

Scenario Harga Brent (USD/barel) Harga WTI (USD/barel)
Stabilitas geopolitik US$80‑90 US$75‑85
Ketegangan meningkat US$130‑150 US$125‑145
Konflik meluas & sanksi ketat US$170‑190 US$165‑185

Kenaikan harga minyak tidak hanya berpengaruh pada sektor energi, tetapi juga menimbulkan dampak luas pada inflasi global. Harga barang konsumsi, transportasi, dan produksi barang industri cenderung naik, memperburuk beban keuangan rumah tangga dan menambah tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) banyak negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah diperkirakan akan memperkuat kebijakan subsidi energi serta mencari alternatif pasokan, seperti mempercepat proyek energi terbarukan dan memperluas diversifikasi impor minyak.