LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Ribuan anak di Iran kini hidup dalam bayang‑bayang trauma yang tak kunjung reda setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 menimpa sebuah sekolah dasar di Minab, Provinsi Hormozgan. Lebih dari satu ratus anak tewas, sementara yang selamat—terutama yang masih berusia di bawah dua belas tahun—menghadapi gangguan psikologis yang mendalam, mulai dari mutisme selektif hingga gangguan kecemasan kronis. Kondisi ini menyerupai penderitaan yang dilaporkan pada anak‑anak di Jalur Gaza, di mana konflik berulang menimbulkan kehilangan kemampuan berbicara dan trauma psikologis yang mengakar.
Gambaran Korban dan Dampak Psikis
Menurut data resmi yang dirilis oleh Organisasi Kedokteran Forensik Iran, total korban sejak dimulainya konflik mencapai 3.375 jiwa, termasuk 121 anak berusia 13‑18 tahun. Di antara korban tewas, 120 siswa berusia antara 6‑14 tahun kehilangan nyawa, sedangkan lebih dari 200 anak selamat namun mengalami cedera fisik dan psikologis. Dokter spesialis terapi wicara di rumah sakit Hamad di Gaza, Dr. Musa al‑Khorti, mengingatkan bahwa trauma berat dapat memicu mutisme selektif atau afonia histeris, kondisi yang kini juga muncul pada anak‑anak Iran.
“Anak‑anak yang menyaksikan atau menjadi saksi langsung serangan brutal cenderung mengunci diri mereka dalam diam. Mereka tidak hanya kehilangan suara, tetapi juga kemampuan mengolah emosi,” ujar Katrin Glatz Brubakk, psikoterapis anak yang bekerja dengan Doctors Without Borders di wilayah konflik.
Kasus Nyata: Dari Minab hingga Gaza
Di Minab, seorang ibu bernama Asieh Rahinejad mengisahkan detik‑detik menakutkan ketika rudal Tomahawk menghantam bangunan sekolah yang baru saja ia kirim anaknya, Makan Nasiri (7), untuk berangkat. “Saya baru saja menjemputnya ketika dua ledakan berdentang. Sekolah hancur dalam hitungan menit, dan saya tidak pernah menemukan mayatnya,” katanya dengan mata berkaca‑kaca.
Di Gaza, anak berusia lima tahun, Jad Zohud, tiba‑tiba kehilangan kemampuan berbicara setelah sebuah bom meletus di dekat rumahnya. Kondisi serupa juga dialami oleh Lucine Tamboura (4) yang mengalami kelumpuhan parsial pada lengan dan kaki serta gangguan bicara setelah jatuh dari lantai tiga rumahnya yang runtuh karena serangan udara.
Faktor-Faktor Pemicu Trauma
- Paparan langsung terhadap kekerasan militer: Serangan udara, bom, dan ledakan menyebabkan trauma sensorik yang kuat.
- Kehilangan anggota keluarga atau teman sebaya: Rasa kehilangan memperparah stres pasca‑trauma.
- Keterbatasan akses layanan kesehatan mental: Infrastruktur medis yang hancur menyulitkan penanganan dini.
- Stigma sosial: Anak‑anak yang mengalami mutisme atau gangguan kecemasan sering dipandang aneh, sehingga enggan mencari bantuan.
Upaya Penanganan dan Tantangan
Pemerintah Iran bersama organisasi kemanusiaan internasional berusaha menyediakan layanan psikologis di kamp pengungsian dan rumah sakit lapangan. Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan tenaga profesional terlatih dan dukungan jangka panjang. Menurut analisis tim medis di Rumah Sakit Hamad, tanpa intervensi berkelanjutan, gangguan bicara pada anak dapat berlanjut hingga mengganggu perkembangan bahasa, belajar, dan integrasi sosial.
Di Gaza, para dokter menekankan pentingnya terapi wicara dan konseling psikologis dalam rangka memulihkan “penderitaan sunyi” yang dialami anak‑anak. Pendekatan multidisiplin—menggabungkan rehabilitasi fisik, terapi bicara, serta dukungan psikososial—dianggap kunci utama untuk mengembalikan fungsi normal.
Implikasi Politik dan Kemanusiaan
Serangan militer yang menargetkan fasilitas pendidikan tidak hanya melukai fisik, tetapi juga menimbulkan luka generasi. Konflik 40 hari antara Iran dan koalisi AS‑Israel memperlihatkan bahwa strategi “tekanan maksimum” militer dapat memicu konsekuensi psikologis yang meluas, menggerogoti stabilitas sosial dan menambah beban pada sistem kesehatan mental negara‑negara yang terlibat.
Para analis, termasuk Vali Nasr dari Universitas Johns Hopkins, berpendapat bahwa penggunaan kekerasan militer tanpa mempertimbangkan dampak kemanusiaan akan memperkuat posisi tawar Iran di panggung diplomatik, sekaligus memperparah penderitaan sipil, khususnya anak‑anak.
Harapan ke Depan
Komunitas internasional kini menuntut agar semua pihak menghormati hukum humaniter dan melindungi fasilitas pendidikan. Sementara itu, organisasi non‑pemerintah terus menggalang dana untuk program rehabilitasi psikologis anak‑anak korban. Diharapkan, dengan penanganan tepat waktu dan dukungan global, “ketakutan tiada akhir” yang melanda generasi muda Iran dapat berkurang, memberi mereka kesempatan untuk kembali berbicara, belajar, dan bermimpi tanpa bayang‑bayang perang.
Upaya bersama antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat luas menjadi kunci untuk mengatasi trauma psikologis yang mengancam masa depan jutaan anak di wilayah konflik.
Rekomendasi:- Google Gemini Arena Hadir Perdana di Universitas Gunadarma Mahasiswa memanfaatkan Google Gemini Arena di Universitas Gunadarma, 22 Januari 2026. Tempo/Ricky JuliansyahUNTUK memperkuat literasi akal imitasi (AI) kepada mahasiswa dan sivitas akademika, Universitas Gunadarma menjadi kampus perdana yang menghadirkan Google…
- Bitmine Umumkan Kepemilikan ETH Mencapai 4,203 Juta… Las Vegas, Nevada – Bitmine Immersion Technologies (NYSE AMERIKA: BMNR), sebuah entitas terkemuka dalam jaringan Bitcoin dan Ethereum yang berfokus pada akumulasi aset kripto untuk investasi jangka panjang, baru-baru ini…
- Banjir masuk rumah, bapak-anak tewas tersengat… Situbondo - Banjir luapan air sungai yang menerjang seribuan rumah di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu (21/1) malam juga mengakibatkan dua orang warga bapak…
- Warga Jakut diminta terus perkuat toleransi dalam… Jakarta - Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat meminta warga setempat untuk memperkuat toleransi dalam kehidupan sosial yang beragam di daerah utara Jakarta sehingga toleransi dan tenggang rasa jadi hal…
- imToken Terbitkan Laporan Tahunan 2025: "Unifying… Menjelajahi Era Baru Web3: Laporan Tahunan imToken 2025 Mengungkap Jalan ke Depan Singapura – Seiring evolusi pesat lanskap Web3, dompet kripto tidak lagi hanya sekadar tempat penyimpanan aset digital. Ia…
- TRENDS Menyatukan Lebih Dari 50 Sistem Untuk… Di era digital yang bergerak cepat, kemampuan untuk mengintegrasikan sistem yang beragam menjadi tulang punggung inovasi dan pertumbuhan bisnis. TRENDS Promotional Products, produsen barang bermerek terkemuka di Australasia, telah menunjukkan…
- Trump batalkan rencana tarif karena ada titik terang… Davos - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (21/1) mengatakan bahwa pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menghasilkan "kerangka kerja kesepakatan masa depan terkait Greenland". Selain itu,…
- Anggota parlemen Serbia: China tawarkan wawasan berharga Beograd - Dalam lanskap politik global yang semakin beragam, perhatian dunia seringkali tertuju pada model tata kelola yang berbeda, mencari wawasan dan pelajaran berharga. Baru-baru ini, Wakil Ketua Majelis Nasional…
- 5.000 Warga Tangsel Gugat Class Action Wali Kota Soal Sampah Warga RW 014 Kelurahan Rawa Buntu BSD City, Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengeluhkan sampah yang tidak terangkut dari lingkungan permukiman mereka sejak akhir pekan lalu. Dok. Ketua RW 014 Muhammad…
- Harbin mencatat lonjakan kunjungan wisatawan dari… Harbin, kota yang terletak di Provinsi Heilongjiang, Cina timur laut, menjadi salah satu destinasi favorit saat musim dingin. Meskipun suhu dapat mencapai minus 20 derajat Celsius, banyak wisatawan tetap merasakan…
- Pemkab Bandung jamin stok pangan aman jelang Ramadhan 2026 Pengantar: Menjamin Ketenangan Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 2026 Bulan suci Ramadhan, yang akan tiba pada tahun 2026, selalu menjadi momen krusial bagi stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di…
- Momentum Imlek dan Ramadhan bisa mendorong konsumsi… Pendahuluan: Dua Perayaan, Satu Gelombang Ekonomi Tahun ini, kalender menunjukkan sebuah fenomena ekonomi menarik: perayaan Imlek dan bulan suci Ramadhan berdekatan, menciptakan momentum unik yang berpotensi besar menggerakkan roda perekonomian…
- Perpaduan budaya warnai perayaan Imlek "Tahun Kuda"… Perayaan Penuh Warna di Jantung Kairo Kairo, ibu kota Mesir, kembali menjadi panggung megah bagi perayaan Festival Musim Semi Tionghoa, atau yang lebih dikenal sebagai Imlek, menandai masuknya "Tahun Kuda…
- BKPM hadirkan paviliun yang jadi etalase promosi… Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghadirkan Indonesia Pavilion dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, sebagai etalase strategis untuk mempromosikan arah kebijakan…
- Pevita Pearce isyaratkan terlibat main di sekuel… Isyarat Viral dari Sang Aktris: Mungkinkah Dinda Kembali? Dunia perfilman Indonesia kembali dihangatkan oleh spekulasi menarik, kali ini berpusat pada aktris papan atas, Pevita Pearce. Bintang jelita ini baru-baru ini…
- IHSG pada Kamis ini dibuka menguat 41,83 poin Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka menguat 41,83 poin atau 0,46 persen ke posisi 9.052,16.Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau…
- Inovasi Mahasiswa Unair Tawarkan Produk Skincare Kecombrang Bunga kecombrang. Antara/Riza HarahapTIM Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menciptakan produk hair and body spray berbahan utama tumbuhan kecombrang. Produk herbal yang bermanfaat untuk mencegah keringat berlebih pada kulit kepala dan…
- Jisoo BLACKPINK dan Seo In Guk adu akting di drama… Jakarta - Solois sekaligus anggota grup idola K-pop BLACPINK, Jisoo dan aktor Seo In Guk akan beradu akting dalam drama romantis terbaru Netflix berjudul “Boyfriend on Demand”.Menurut laporan Soompi, Kamis…
- Pemerintah beri penghargaan Satyalancana kepada PNS… Natuna, gugusan pulau terdepan Indonesia yang kaya akan keindahan alam dan potensi maritim, adalah garda terdepan kedaulatan negara. Di balik kemegahan geografisnya, denyut pembangunan dan pelayanan publik tak lepas dari…
- Anggota Komisi III: Penegakan hukum yang humanis harus nyata Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Bimantoro Wiyono mengatakan penegakan hukum yang humanis jangan hanya menjadi jargon yang tercantum dalam visi Kejaksaan Agung, tetapi harus diterapkan secara nyata dan…
- Hoaks! Prabowo jual hutan dan laut Aceh -- Sumatera… Viranya Klaim Sesat: Prabowo Dituduh Jual Wilayah Indonesia Jagad maya kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah klaim kontroversial yang menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menjual wilayah laut dan hutan di…
- JPU KPK akan analisis perkataan Ebenezer soal… Jakarta - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) akan menganalisis pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan mengenai ada partai politik dan organisasi kemasyarakatan yang terlibat dalam…
- Saat sampah menagih janji pembangunan Mataram - Gunungan sampah sering kali menjadi wajah paling jujur dari sebuah kota. Ia menyimpan sisa-sisa konsumsi, pola hidup, juga pilihan kebijakan yang diambil selama bertahun-tahun.Di Nusa Tenggara Barat (NTB),…
- Kriminal, Anak influencer jadi korban "bullying"… Jakarta, Ibu Kota Indonesia, kembali diguncang serangkaian peristiwa kriminal dan masalah sosial yang mengkhawatirkan. Pada Rabu (21/1) lalu, Kanal Metro Antara menyoroti beberapa insiden krusial yang mencerminkan tantangan serius dalam…
- Kemenhaj matangkan konsep murur dan tanazul untuk… Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah akan menerapkan dan mematangkan skema murur atau melintas Muzdalifah tanpa turun dan skema tanazul atau pengembalian jamaah ke hotel atau tenda lebih awal dalam…
- Rupiah pada Selasa pagi jadi menguat jadi Rp16.799… Jakarta – Mata uang Garuda menunjukkan kekuatannya di awal pekan ini. Pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, nilai tukar Rupiah berhasil mengukir performa positif, menguat signifikan menembus level psikologis Rp16.800 per…
- SIWO PWI Pusat kecam intimidasi ofisial Malut United… Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat baru-baru ini menyuarakan keprihatinan yang mendalam dan mengecam keras tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah ofisial klub sepak bola Malut…
- Pemkot Makassar harap rekomendasi APEC untuk layanan… Pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Makassar baru-baru ini telah menyulut optimisme besar di kalangan Pemerintah Kota Makassar. Dengan fokus pada manajemen kesehatan anak…
- Gerakan Ojol Berlian Kaltim demi lindungi perempuan dan anak Di tengah dinamika mobilitas perkotaan yang semakin kompleks, isu keamanan bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, menjadi perhatian serius yang menuntut solusi inovatif. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan…