KESDM jelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai Kaltim
KESDM jelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai Kaltim

KESDM jelaskan pengembangan cadangan gas di Cekungan Kutai Kaltim

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Rabu (21/5/2026) menjelaskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan cadangan gas alam di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi gas untuk mendukung kebutuhan energi domestik dan ekspor.

Cekungan Kutai merupakan salah satu kawasan geologi dengan potensi gas terbesar di Indonesia, diperkirakan menyimpan cadangan terbukti sekitar 7,2 triliun kaki kubik. Sebagian besar cadangan berada pada formasi batuan pasir dan shale yang telah dieksplorasi sejak awal 2000-an.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh Menteri ESDM:

  • Rencana investasi sebesar US$ 8,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur pengolahan dan transportasi gas hingga 2030.
  • Pembentukan konsorsium antara perusahaan nasional, BUMN, dan investor asing untuk mengoptimalkan teknologi produksi horizontal drilling dan hydraulic fracturing.
  • Penerapan kebijakan harga gas domestik yang kompetitif untuk mendorong industri hilir, seperti petrokimia dan pembangkit listrik berbasis gas.
  • Target produksi gas mencapai 1,5 miliar standar meter kubik per hari pada tahun 2028.
  • Pengembangan jaringan pipa gas (pipeline) sepanjang lebih dari 1.200 kilometer yang menghubungkan lapangan produksi ke terminal LNG di Bontang dan Pelabuhan Balikpapan.

ESDM juga menegaskan bahwa semua kegiatan akan mematuhi standar lingkungan internasional, termasuk penilaian dampak lingkungan (AMDAL) dan program mitigasi emisi metana.

Dengan pengembangan ini, diperkirakan akan tercipta sekitar 12.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor gas hingga Rp 45 triliun per tahun.

Para analis industri menilai bahwa pengembangan Cekungan Kutai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir LNG terbesar di Asia Tenggara, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor gas cair.