Keracunan Massal MBG Surabaya: Dapur Dipaksa Sajikan Porsi Melebihi Batas BGN
Keracunan Massal MBG Surabaya: Dapur Dipaksa Sajikan Porsi Melebihi Batas BGN

Keracunan Massal MBG Surabaya: Dapur Dipaksa Sajikan Porsi Melebihi Batas BGN

LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Surabaya kembali menjadi sorotan publik setelah terdeteksi kasus keracunan massal yang melibatkan makanan dari jaringan warung makan berkonsep MBG. Lebih dari tiga puluh orang dilaporkan mengalami gejala keracunan dalam rentang waktu dua hari, memaksa otoritas kesehatan setempat melakukan investigasi intensif.

  • Waktu kejadian: 10‑12 Mei 2026, selama jam makan siang dan malam.
  • Jumlah korban: 34 orang (23 wanita, 11 pria) dengan gejala mual, muntah, diare, dan kram perut.
  • Lokasi: Cabang MBG di daerah Surabaya Barat, berdekatan dengan pusat perbelanjaan.
  • Penyebab utama: Penggunaan bahan baku yang tidak sesuai standar BGN, termasuk penggunaan bahan kimia pengawet berlebih dan kurangnya kontrol suhu penyimpanan.

Pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan Surabaya dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah menghentikan operasional warung tersebut dan menahan beberapa manajer dapur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Seluruh sampel makanan dan bahan baku telah dikirim ke laboratorium untuk analisis mikrobiologis dan kimia.

Selain tindakan administratif, pemerintah kota juga menggelar kampanye edukasi kepada pelaku usaha makanan kecil menengah tentang pentingnya mematuhi standar BGN. Program ini mencakup pelatihan pengelolaan kebersihan, pengendalian suhu, serta batas maksimum penggunaan bahan tambahan makanan.

Kasus ini menambah daftar insiden keracunan makanan di Indonesia yang menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat pada rantai pasokan pangan, terutama di sektor warung makan cepat saji yang sering kali mengutamakan kuantitas dibandingkan kualitas.