Kendalikan Karhutla, BMKG Perketat Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Provinsi Sumatera Selatan kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat. Menanggapi situasi darurat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan pengawasan dan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memadamkan api secara cepat.

Operasi Modifikasi Cuaca yang dipimpin BMKG melibatkan penyebaran bahan kimia higroskopik melalui pesawat terbang untuk mempercepat pembentukan awan hujan. Proses ini dimulai dengan pemantauan kondisi atmosfer secara real‑time menggunakan radar cuaca dan satelit. Setelah area target teridentifikasi, tim lapangan menyiapkan pesawat dan menurunkan bahan kimia ke dalam awan yang sudah terbentuk.

  • Identifikasi zona kritis melalui data satelit.
  • Koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran daerah.
  • Pengiriman pesawat dan bahan kimia ke lokasi.
  • Pemantauan intensitas hujan pasca‑operasi.

Berikut rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama minggu pertama operasi:

Tanggal Kegiatan
1 Mei 2024 Pemetaan hotspot kebakaran menggunakan citra satelit.
3 Mei 2024 Pengiriman tim lapangan dan persiapan pesawat.
5 Mei 2024 Mulai penyebaran bahan kimia di area Padang Sidempuan.
7 Mei 2024 Evaluasi hasil hujan buatan dan penyesuaian taktik.

Hasil awal menunjukkan peningkatan curah hujan di beberapa titik kritis, sehingga membantu memperlambat laju penyebaran api. BMKG menegaskan bahwa operasi ini bersifat darurat dan akan terus dipantau intensif hingga kondisi karhutla dapat dikendalikan sepenuhnya.

Selain upaya modifikasi cuaca, otoritas setempat juga meningkatkan patroli pemadam kebakaran, menegakkan larangan pembakaran lahan, dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla. Kombinasi antara teknologi meteorologi dan tindakan lapangan diharapkan dapat meminimalisir kerugian lingkungan serta melindungi penduduk yang terdampak.