Kemkomdigi Pulihkan Layanan Telekomunikasi di Sulawesi Utara dalam 24 Jam Pasca Gempa
Kemkomdigi Pulihkan Layanan Telekomunikasi di Sulawesi Utara dalam 24 Jam Pasca Gempa

Kemkomdigi Pulihkan Layanan Telekomunikasi di Sulawesi Utara dalam 24 Jam Pasca Gempa

LintasWarganet.com – 03 April 2026 | Setelah gempa bumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada hari Rabu pagi, jaringan telekomunikasi di provinsi tersebut mengalami gangguan luas. Menyusul kejadian itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengumumkan bahwa seluruh layanan telepon seluler, internet seluler, dan jaringan data telah kembali beroperasi penuh dalam kurun waktu 24 jam.

Berikut rangkaian tindakan yang diambil oleh Kemkomdigi untuk memulihkan layanan:

  • Koordinasi darurat: Tim gawat darurat Kemkomdigi langsung menghubungi semua operator seluler utama (Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Tri) serta penyedia layanan internet kabel untuk menilai kerusakan.
  • Pengiriman peralatan: Peralatan pemulihan jaringan, termasuk generator cadangan, antena portabel, dan perangkat penguat sinyal, dikirim ke titik‑titik kritis seperti pusat kota Manado, Bitung, dan Tomohon.
  • Pemulihan infrastruktur: Tim teknis melakukan perbaikan pada menara telepon seluler yang rusak, memperbaiki sambungan serat optik yang terputus, dan mengganti perangkat listrik yang terbakar akibat pemadaman.
  • Monitoring berkelanjutan: Sistem monitoring real‑time dipasang untuk mengawasi kestabilan jaringan selama 48 jam ke depan, memastikan tidak terjadi penurunan kualitas layanan.

Untuk mencegah terulangnya situasi serupa, Kemkomdigi berencana melakukan beberapa langkah strategis:

  1. Penguatan jaringan redundansi dengan menambah jalur alternatif serat optik di daerah rawan gempa.
  2. Peningkatan kapasitas penyimpanan energi pada menara seluler melalui penggunaan baterai lithium‑ion berdaya tinggi.
  3. Pelatihan rutin bagi teknisi lapangan dalam prosedur pemulihan cepat pasca‑bencana.

Upaya pemulihan yang cepat ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi komunikasi yang vital bagi pemulihan ekonomi dan sosial di Sulawesi Utara. Pemerintah daerah bersama operator telekomunikasi juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti protokol keselamatan dalam menghadapi potensi gempa berikutnya.