Kementerian PU Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, Infrastruktur Kembali Berfungsi

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat upaya pemulihan pasca bencana alam yang melanda Pulau Sumatera. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, mayoritas jaringan jalan dan jembatan nasional di wilayah terdampak telah kembali beroperasi, memungkinkan mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan menjadi lebih lancar.

Setelah bencana, tim gabungan Kementerian PU bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan survei cepat untuk mengidentifikasi infrastruktur yang paling kritis. Dari total 1.240 kilometer jalan utama dan 87 jembatan yang mengalami kerusakan, hingga 78% jalan dan 85% jembatan telah selesai diperbaiki dalam tiga bulan terakhir.

Jenis Infrastruktur Kerusakan Sudah Dipulihkan Persentase
Jalan Nasional 1.240 km 970 km 78%
Jembatan 87 unit 74 unit 85%

Proses perbaikan difokuskan pada tiga prioritas utama: (1) memastikan akses ke rumah sakit dan pusat evakuasi, (2) menghubungkan zona produksi pertanian dengan pasar regional, serta (3) memulihkan jalur transportasi lintas provinsi yang menjadi tulang punggung logistik. Tim teknis menggunakan metode konstruksi cepat, termasuk penggunaan bahan prefabrikasi dan pengerjaan 24 jam pada titik‑titik kritis.

Selain perbaikan fisik, Kementerian PU juga meluncurkan program rehabilitasi jangka panjang yang mencakup penguatan struktur jalan dan jembatan agar tahan terhadap gempa dan banjir di masa depan. Program ini melibatkan kerja sama dengan perguruan tinggi teknik sipil serta lembaga internasional yang menyediakan bantuan teknis.

“Kami tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan agar kejadian serupa dapat diminimalisir,” ujar Menteri Dody Hanggodo dalam konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta. Ia menambahkan bahwa alokasi anggaran khusus sebesar Rp 1,2 triliun telah disetujui untuk fase selanjutnya, yang akan mencakup pemulihan infrastruktur pendukung seperti saluran drainase dan fasilitas publik lainnya.

Dengan percepatan ini, diharapkan kegiatan ekonomi di Sumatera dapat kembali normal dalam waktu singkat, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak.