Kementan Percepat Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi untuk Pacu Produksi

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program akselerasi penanaman padi secara serentak seluas 50.000 hektar yang meliputi 25 provinsi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi beras nasional menjelang musim tanam berikutnya.

Program tersebut ditargetkan untuk dimulai pada awal bulan Agustus 2024 dan akan dilaksanakan selama tiga bulan, dengan harapan dapat menghasilkan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton beras. Pemerintah menilai bahwa penanaman serentak dapat meminimalkan risiko kegagalan panen akibat cuaca ekstrem dan memperkuat ketahanan pangan.

  • Luas lahan: 50.000 ha
  • Jumlah provinsi: 25 provinsi di seluruh Indonesia
  • Target produksi tambahan: 1,5 juta ton beras
  • Jadwal pelaksanaan: Agustus–Oktober 2024
  • Pendanaan: Anggaran khusus Kementan sebesar Rp 1,2 triliun

Provinsi yang termasuk dalam program antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan sejumlah provinsi di Pulau Kalimantan serta Sulawesi. Setiap provinsi akan ditunjuk koordinator lapangan yang bertanggung jawab mengkoordinasikan penyediaan benih, pupuk, serta tenaga kerja.

Untuk mendukung keberhasilan program, Kementan bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), lembaga keuangan, serta koperasi tani. Selain itu, pemerintah juga menyediakan subsidi pupuk hingga 70% bagi petani kecil yang terdaftar dalam program.

Para petani diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas pelatihan teknik budidaya modern yang diselenggarakan secara daring maupun tatap muka. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas per hektar menjadi 6-7 ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi sebelumnya yang berada di kisaran 4,5 ton per hektar.

Jika target tercapai, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor beras hingga 10%, sekaligus menstabilkan harga pasar dalam negeri.