Kemenkes Pantau Bandara hingga Pelabuhan Imbas Kasus Hantavirus, meski Belum Lakukan Pelarangan

LintasWarganet.com – 08 Mei 2026 | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meningkatkan pemantauan di sejumlah pintu masuk negara, termasuk bandara dan pelabuhan, menyusul terkonfirmasi kasus hantavirus strain Andes yang memiliki potensi penularan antarmanusia. Meskipun hingga kini belum ada kebijakan pelarangan perjalanan atau pembatasan operasional, otoritas kesehatan berupaya memastikan bahwa potensi penyebaran virus dapat terdeteksi sejak dini.

Kasus hantavirus Andes pertama kali terdeteksi pada pasien yang baru saja kembali dari perjalanan ke wilayah endemik di Amerika Selatan. Virus ini berbeda dari hantavirus lainnya karena dapat menyebar melalui kontak langsung antar manusia, sehingga menimbulkan kekhawatiran khusus bagi otoritas kesehatan publik.

Berikut langkah-langkah utama yang diterapkan Kemenkes dalam rangka pemantauan:

  • Penambahan prosedur skrining kesehatan pada seluruh penumpang yang memasuki wilayah Indonesia melalui bandara internasional.
  • Penerapan pemeriksaan suhu tubuh dan wawancara singkat mengenai riwayat perjalanan serta gejala kesehatan terkini.
  • Penguatan koordinasi dengan otoritas imigrasi, bea cukai, dan dinas kesehatan daerah untuk memastikan alur informasi yang cepat dan akurat.
  • Pelatihan khusus bagi petugas medis di bandara dan pelabuhan dalam mengenali gejala hantavirus serta prosedur isolasi sementara.
  • Penyediaan fasilitas karantina darurat di beberapa bandara utama sebagai langkah antisipatif.

Selain itu, Kemenkes mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat umum, antara lain:

  • Hindari kontak langsung dengan hewan pengerat atau sarang mereka, terutama di area pedesaan dan hutan.
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah berada di tempat umum atau setelah menyentuh permukaan yang mungkin terkontaminasi.
  • Jika mengalami demam tinggi, nyeri otot, atau gejala pernapasan setelah kembali dari luar negeri, segera lakukan tes medis dan laporkan kepada fasilitas kesehatan terdekat.

Jika situasi menunjukkan peningkatan kasus atau bukti penularan yang lebih luas, kemungkinan kebijakan tambahan, termasuk pembatasan perjalanan atau penutupan sementara fasilitas tertentu, dapat dipertimbangkan. Namun untuk saat ini, fokus utama tetap pada deteksi dini, edukasi publik, dan penanggulangan cepat bila ada kasus teridentifikasi.