Kemendukbangga Gandeng Daerah untuk Tingkatkan Sanitasi Layak dan Turunkan Stunting di NTB
Kemendukbangga Gandeng Daerah untuk Tingkatkan Sanitasi Layak dan Turunkan Stunting di NTB

Kemendukbangga Gandeng Daerah untuk Tingkatkan Sanitasi Layak dan Turunkan Stunting di NTB

LintasWarganet.com – 23 Mei 2026 | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program kolaboratif di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan tujuan memperbaiki akses sanitasi layak serta menurunkan angka stunting pada anak balita.

Program ini menargetkan peningkatan fasilitas sanitasi di lebih dari 300 desa selama dua tahun ke depan, sekaligus melakukan intervensi gizi terintegrasi pada kelompok rentan. Pemerintah provinsi NTB berkomitmen menyediakan anggaran infrastruktur dan mengoptimalkan jaringan posyandu untuk pemantauan pertumbuhan anak.

Berikut langkah utama yang direncanakan:

  • Pembangunan dan renovasi toilet rumah tangga serta fasilitas umum yang memenuhi standar sanitasi WHO.
  • Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui kader desa dan tenaga kesehatan.
  • Penyediaan suplemen gizi mikro dan edukasi pola makan seimbang bagi ibu hamil dan menyusui.
  • Pemantauan rutin status gizi anak balita melalui posyandu terintegrasi dengan data digital.
  • Pelatihan teknis bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah dan air bersih.

Data baseline menunjukkan bahwa pada 2023, tingkat stunting di NTB masih berada di angka 31,5%, sementara cakupan sanitasi layak baru mencapai 58%. Dengan intervensi terkoordinasi, target akhir periode 2025 adalah menurunkan stunting di bawah 20% dan meningkatkan sanitasi layak menjadi lebih dari 80%.

Direktur BKKBN, Dr. Rina Haryani, menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral: “Sanitasi yang memadai adalah fondasi utama untuk mencegah infeksi yang dapat memperparah kondisi gizi anak. Kami berharap program ini menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia.”

Implementasi program akan dimulai pada kuartal pertama 2024, dengan evaluasi tengah jalan pada akhir 2024 untuk menilai progres dan melakukan penyesuaian strategi bila diperlukan.