Karantina Sulsel Gelar Sosialisasi Alur Sertifikasi untuk Perkuat Biosekuriti dan Lancarkan Logistik
Karantina Sulsel Gelar Sosialisasi Alur Sertifikasi untuk Perkuat Biosekuriti dan Lancarkan Logistik

Karantina Sulsel Gelar Sosialisasi Alur Sertifikasi untuk Perkuat Biosekuriti dan Lancarkan Logistik

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) yang berada di bawah Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengadakan sosialisasi tentang alur layanan sertifikasi karantina di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Makassar. Acara ini bertujuan memperkuat biosekuriti nasional serta memastikan kelancaran arus logistik barang impor dan ekspor.

Dalam sosialisasi, para peserta diberikan penjelasan rinci mengenai prosedur sertifikasi, mulai dari pengajuan dokumen, inspeksi fisik, hingga penerbitan sertifikat karantina. Berikut adalah tahapan utama alur sertifikasi yang dipaparkan:

  • Pengajuan permohonan sertifikasi melalui sistem daring Barantin.
  • Verifikasi dokumen pendukung oleh petugas Karantina Sulsel.
  • Inspeksi lapangan terhadap barang atau kontainer yang bersangkutan.
  • Pengujian laboratorium bila diperlukan untuk mendeteksi hama atau patogen.
  • Penerbitan sertifikat karantina apabila semua persyaratan terpenuhi.
  • Pencatatan dan pelaporan hasil sertifikasi ke database pusat.

Petugas Karantina menekankan bahwa sertifikasi karantina tidak hanya melindungi pertanian, perikanan, dan keanekaragaman hayati Indonesia, tetapi juga mengurangi risiko penundaan kapal dan biaya tambahan bagi pelaku usaha. Dengan alur yang transparan dan terstandarisasi, diharapkan proses logistik dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Selain penjelasan teknis, peserta juga diberikan materi tentang peran penting biosekuriti dalam mencegah masuknya hama invasif dan penyakit hewan atau tumbuhan yang dapat merusak produksi nasional. Diskusi terbuka memungkinkan para importir, eksportir, dan agen logistik mengajukan pertanyaan serta menyampaikan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Barantin untuk meningkatkan kualitas layanan karantina di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, yang menjadi pintu gerbang utama perdagangan maritim di wilayah timur negara.