Kapolri Ungkap Progres SPPG, Polri Siapkan 1.500 Unit untuk Program Makan Bergizi Gratis

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan Satuan Penyediaan Pangan Gratis (SPPG) yang direncanakan Polri. Dalam sebuah rapat koordinasi, ia menegaskan target pembangunan 1.500 unit SPPG pada akhir tahun 2026 sebagai bagian dari program makan bergizi gratis untuk masyarakat kurang mampu.

SPPG dirancang sebagai fasilitas terpadu yang menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada keluarga penerima manfaat. Setiap unit dilengkapi dapur modern, ruang distribusi, serta sistem logistik yang terintegrasi, sehingga dapat menjamin ketersediaan pangan yang aman, higienis, dan berstandar gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan ibu hamil.

Program makan bergizi gratis diproyeksikan dapat melayani sekitar 3,44 juta penerima manfaat secara nasional. Manfaat utama yang diharapkan meliputi:

  • Peningkatan status gizi anak balita dan ibu hamil.
  • Pengurangan angka stunting dan underweight di daerah rawan pangan.
  • Pemberdayaan komunitas melalui pelatihan keterampilan memasak dan manajemen pangan.

Berikut adalah jadwal tahapan pembangunan SPPG yang direncanakan:

Tahun Target Unit Kegiatan Utama
2024 300 Pembentukan tim teknis, survei lokasi, dan perancangan desain.
2025 600 Pengadaan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, dan pelatihan operasional.
2026 600 Finalisasi pembangunan, aktivasi layanan, dan evaluasi dampak awal.

Untuk mendukung realisasi target tersebut, Polri bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta lembaga donor internasional. Pendanaan bersumber dari anggaran negara, alokasi khusus pada program kesejahteraan sosial, dan kontribusi sektor swasta melalui program corporate social responsibility (CSR).

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan SPPG tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, melainkan juga sinergi antar‑instansi, partisipasi aktif masyarakat, serta pemantauan berkelanjutan. Ia berharap program ini dapat menjadi model bagi kebijakan pangan nasional dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.