KAI Tegas Tutup 1.800 Perlintasan Liar, Tak Pandang Bulu ke Ormas
KAI Tegas Tutup 1.800 Perlintasan Liar, Tak Pandang Bulu ke Ormas

KAI Tegas Tutup 1.800 Perlintasan Liar, Tak Pandang Bulu ke Ormas

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan akan menutup sebanyak 1.800 perlintasan liar di seluruh wilayah Indonesia tanpa memberi ruang bagi negosiasi atau tekanan dari pihak manapun, termasuk organisasi masyarakat (ormas). Keputusan ini diambil sebagai langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan penumpang dan mengurangi risiko kecelakaan di lintasan kereta api.

Bobby Rasyidin menambahkan bahwa prioritas utama KAI adalah melindungi nyawa pengguna jasa kereta api. “Keselamatan penumpang adalah tanggung jawab kami. Kami tidak akan mengorbankan keamanan demi kepentingan politik atau tekanan eksternal,” tegasnya.

Berikut langkah‑langkah utama yang akan dilaksanakan KAI dalam proses penutupan perlintasan liar:

  • Identifikasi dan verifikasi semua perlintasan liar melalui survei lapangan dan data GIS.
  • Pemasangan rambu peringatan dan baliza pada perlintasan yang masih beroperasi sementara menunggu penutupan.
  • Koordinasi dengan Dinas Perhubungan daerah untuk memastikan legalitas dan prosedur penutupan.
  • Penutupan fisik melalui pemasangan pintu gerbang otomatis atau penanaman rintangan permanen.
  • Pengawasan pasca‑penutupan selama enam bulan untuk memastikan tidak ada penggunaan kembali secara ilegal.

Implementasi penutupan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 12 bulan, dengan target penutupan seluruh 1.800 titik pada akhir tahun depan. KAI juga berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui kampanye keselamatan dan program edukasi di sekolah serta lembaga masyarakat.

Keputusan ini mendapat sambutan positif dari kalangan ahli transportasi yang menilai langkah tersebut dapat menurunkan angka kecelakaan di lintasan kereta. Namun, beberapa ormas mengungkapkan keprihatinan terkait dampak mobilitas warga yang selama ini mengandalkan perlintasan tersebut. KAI menjawab bahwa alternatif rute dan fasilitas transportasi lain akan disiapkan secara berkelanjutan.

Dengan penutupan perlintasan liar, KAI berharap dapat menciptakan jaringan transportasi yang lebih aman dan terpercaya, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kereta api nasional.